Begini Respon Cepat Polsek Baebunta Saat Dihubungi Korban Pencurian

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personel Polsek Baebunta Polres Luwu Utara mengadakan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) pencurian di rumah Hj. Agustina, warga Dusun Mario Desa Mario Kec. Baebunta Kab. Luwu Utara, Jumat (17/11/17) Pukul 04.30 Wita.

Hal tersebut dilakukan setelah SPKT Polsek Baebunta menerima laporan dari korban, sesaat usai kejadian, “Ini merupakan bentuk pelayanan dan tindakan awal kepolisian kepada warga yang menjadi korban tindak kejahatan,” ujar A.Tenriangka, salah seorang personel piket yang turun ke TKP.

Kronologisnya, sebelum tidur Risda yang diminta oleh Pemilik rumah untuk menunggui rumah menyimpan motor pemilik Rumah Hj.Agustina dan memarkirnya diteras Rumah namun sekitar pukul 03.00 Wita Risda terbangun dari tidurnya dengan masuknya pelaku didalam rumah setelah memanjat masuk melalui dinding rumah kemudian Risda berteriak dan berusaha berontak dan melakukan perlawanan sehingga pelaku melarikan diri dan korban kemudian keluar rumah dan melihat sepeda motor dinas milik Hj.Agustina dengan merk Honda Supra sudah tidak ada terparkir diteras rumah

Informasi yang diperoleh, pelaku yang belum diketahui identitasnya menggasak Satu Unit Sepeda Motor yang kemudian Personil Polsek Baebunta menemukan sepeda Motor Tersebut di pinggir jalan yang berjarak sekitar 500 Meter dari Rumah Korban.

Di TKP, polisi melakukan pemeriksaan secara teliti disejumlah titik yang diduga menjadi akses pelaku untuk masuk ke dalam rumah. “Kami juga meminta keterangan dari beberapa saksi. Kasus ini masih kami selidiki lebih lanjut untuk mengungkap siapa pelakunya,” pungkas Aipda A. Tenri.

Banyaknya kasus pencurian rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan dan melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password