Polisi Tangani Kasus Pemalangan Jalan dan Pembakaran Rumah Warga di Arso

Tribratanews.polri.go.id. Polres Keerom. Kapolres Keerom Akbp Muji Windi Harto, S.I.K., SH memimpin langsung penanganan kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan MB (31) meninggal dunia dan TG (25) mengalami luka sabetan benda tajam dibagian telinga sebelah kiri di Jln. Kampung Kwimi – Arso Kota Distrik Arso Kab. Keerom. Sabtu 18/11/17 pukul 03.30 wit.

Kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban Meninggal Dunia (MD) yang berujung pada aksi  pengrusakan dan pembakaran di kompleks perumahan masyarakat Waris oleh massa dari kampung Arso Kota yang berjumlah sekitar 150 orang itu telah diredam oleh Personil Polres Keerom yang Dipimpin langsung Kapolres Keerom Akbp Muji Windi Harto, S.I.K., SH.

Kapolres Keerom saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa penganiayaan berat yang mengakibatkan MB meninggal dunia dan TG mengalami luka sabetan benda tajam dibagian telinga sebelah kiri di Jln. Kampung Kwimi – Arso Kota Distrik Arso Kab. Keerom pagi tadi sudah dalam penanganan kami dan kami masih melakukan penyelidikan terhadap TSK.

“kejadian ini bermula bahwa pada hari Jumat tanggal 16 November 2017, sekitar pukul 20.00 wit, bertempat di kediaman Bpk. Septinus dwaa telah di adakan acara syukuran kemenangan tim voli RT 04 yang menghadirkan masyarakat lingkungan sekitar dan acara selesai pada hari Sabtu tanggal 18 November 2017 sekitar pukul 02.00 Wit, “lanjut Kapolres.

“sekitar pukul 03.00 Wit, terjadi keributan antara korban dan masyarakat waris dan saat keributan korban dan beberapa rekanya dalam keadaan mabuk/pengaruh miras dan pada saat itu kedua saksi SD (54) dan YW (22) sempat melerainya kemudian saksi kembali pulang kerumah, “kata Kapolres.

“kemudian pada pukul 03.30 Wit, Kepala kampung Pius borotian datang melapor ke penjagaan Polsek Arso Kota menginformasikan bahwa ada Kasus Penganiayaan dengan korban mengalami luka potong di betis sebelah kiri dan langsung direspon oleh personil Polsek Arso Kota yang dipimpin oleh Aipda Thomas Tambaru tiba di TKP tetapi pada saat itu korban sudah dibawa ke RSUD Kwaingga Arso Swakarsa dan saat personil kami menuju RSUD Kwaingga untuk melakukan identifikasi pihak Rumah Sakit menyatakan bahwa MB sudah meninggal dunia karena luka serius akibat sabetan benda tajam dibagian betis kaki sebelah kiri, sementara TG masih dalam perawatan medis, “tutur Kapolres.

“pukul 06.00 Wit, personil gabungan polres keerom melakukan olah TKP, namun saat jenazah korban tiba di rumah duka tiba – tiba massa dari Keluarga korban yang diperkirakan sekitar 150 orang keluar dari kampung Arso kota dengan membawa sajam parang, tombak dan jubi menuju kompleks Masyarakat waris dan kami langsung menghadang dan memberikan himbauan agar massa bisa menahan diri karena kasus sudah dalam penanganan aparat Kepolisian tetapi karena  jumlah aparat keamanan tidak sebanding dengan jumlah massa sehingga  masyarakat tidak menghiraukan dan tetap melalukan pengrusakan dan pembakaran rumah masyarakat waris, “jelas Kapolres.

“massa juga melakukan aksi pemalangan di jalan Trans Irian Kampung Yanamaa Pir 1 Distrik Arso Kab. Keerom dan untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak kita inginkan seperti aksi balasan, saat ini kami masih melakukan pengamanan di TKP dan kamipun sudah menyiagakan Personil dibebera titik termasuk diareal pemalangan dan sementara kami masih melakukan upaya – upaya pendekatan untuk meredakan emosi massa sekaligus untuk membuka palang, “papar Kapolres Keerom.

Kapolres menambahkan data sementara yang kami himpun ada 11 (sebelas) unit rumah yang sudah hangus terbakar, 13 (tiga belas) unit rusak berat, 3 (tiga) unit kios terbakar, 8 (delapan) unit kendaraan bermotor roda dua dan dua unit mesin genset yang juga hangus terbakar.

Penulis : Parlan

Editor : Alfian Nur

Publish : Vickhy Merani

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password