Pelaku Narkoba yang Kabur Saat Dites Urine Diciduk Dikamarnya Saat Tidur

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit opsnal Satresnarkoba Polres Bulukumba berhasil meringkus orang DPO (Daftar Pencarian Orang) terkait kepemilikan berbagai jenis narkoba.

Tersangka ditangkap dengan barang bukti 2 sachet kristal bening diduga shabu 1 Sachet kosong di duga bekas Shabu dan 2 Unit HP Merk Nokia Warna Hitam di Dikamar mandi SPBU Kirasa Dusun Pao Jawae Desa Palambarae Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba, Kamis (05/10/17).

Ilham als Ilo (22) yang merupakan warga Dusun Bicari Desa Palambarae Kec Gantarang diamankan di mapolres bulukumba kemudian dibawa kekamar mandi untuk diambil urinnya guna pemeriksaan, namun tersangka melarikan diri dengan cara mengelabui anggota yang bertugas pada saat itu.

Dari informasi yang dihimpun oleh Unit opsnal sat resnarkoba polres bulukumba Bahwa Ilham als ilo (dpo) saat ini sedang berada dirumahnya, dan langsung melakukan penangkapan yang dipimpin oleh kasat narkoba Akp Rujianto Dwi Poernomo.

Pelaku ditemukan dirumahnya dalam keadaan tidur dan langsung dilakukan penggeledahan badan namun tidak didapatkan Barang Bukti, kemudian pelaku diamankan di mapolres bulukumba untuk kepentingan penyidikan, Jumat (17/11/17) pukul 03.00 wita.

Saat di introgasi dan diperlihatkan seluruh barang bukti saat penangkapan sebelumnya, pelaku mengakui barang bukti tersebut adalah miliknya.

Sikap tegas pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password