Tim Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim Buru Bos Empire Palace

Tribratanews.polri.go.id- Polda Jatim,Gunawan Angka Widjaja bos Empire Palace,tersangka dugaan penipuan dan penggelapan atas laporan istrinya, tidak menghadiri panggilan ketiga kali, Kamis (16/11/2017).

Ketidakhadiran Gunawan Angka Widjaja, bos Empire Palace di Jalan Blauran Surbaya itu menyulut reaksi penyidik penyidik Subdit Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim yang dikomandani oleh AKBP Yudhistira W. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan Gunawan akan dijemput paksa atau ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dalam panggilan ketiga ini, Gunawan tidak hadir tanpa alasan. Ponsel Gunawan dan kuasa hukumnya di Surabaya Edy Delta Law Firm saat dihubungi penyidik juga tidak bisa,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera didampingi Kasubdit Harda Bangtah, AKBP Yudhistira.

Mangkirnya tersangka, berarti Gunawan tidak kooperatif  terhadap panggilan pertama hingga ketiga. “Kami tidak akan mengirim lagi surat panggilan. Justru kami akan mencari keberadaan tersangka,” tandasnya.

Sebelum panggilan ketiga yang dijadwalkan, Kamis (16/11/2017), penyidik Subdit Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim telah  mengeluarkan surat pencekalan ke luar negeri. Pencekalan terhadap Gunawan itu diterbitkan penyidik, 7 November dengan nomor B-10855/XI/2017. “Surat pencekalannya sudah dilayangkan penyidik ke Imigrasi,” lanjutnya.

Pembatasan terhadap Gunawan itu agar bisa cepat mempertanggungjawabkan kasus yang dihadapi. Selain itu, penyidik juga mengantisipasi sulitnya mencari tersangka, jika sampai pergi.

Dalam panggilan kedua yang dilakukan pekan lalu oleh penyidik, tersangka mengirim surat pemberitahuan sakit. Namun lokasi rumah sakit itu bukan berada di Jatim, tapi di luar Jatim.

Persoalan ini mencuat setelah Chin Chin melaporkan Gunawan berdasarkan LPB/101/I/2017/UM/SPKT POLDA JATIM. Dalam laporan itu, Chin Chin juga melaporkan enam orang yang diduga terlibat dalam konspirasi tindak pidana memasukkan dan menggunakan keterangan palsu dalam akta otentik, sesuai pasal 266 ayat 1 jo 266 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Laporan itu berawal digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2016.

Beberapa poin keterangan yang diduga palsu yang dimasukan pihak Gunawan Cs ke akta yang dibuat di depan notaris terkait pemecatan Chin Chin sebagai Direktur di PT Blauran Cahaya Mulia (BCN) dan PT Dipta Wimala Bahagia (DWB) dan posisi kepengurusan perseroan diganti oleh enam orang itu. 

Penulis  : Ice / Mbah
Editor    : Alfian Nur
Publish  : Ice

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password