Ditengah Kesibukan, Kapolres Sinjai Luangkan Waktu Kunjungi dan Santuni Warga Miskin

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Ditengah kesibukannya dengan tugas-tugas dikantor Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah tetap meluangkan waktunya untuk mengunjungi warga kurang diwilayah tugasnya dan berikan bantuan.

Kali ini Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah didampingi Kapolsek Sinjai Utara Akp Abd. Haris kembali mengunjungi warga kurang mampu yaitu Nenek Jawariah (80) yang berprofesi sebagai pemecah batu di Bonto, Kec. Sinjai Utara, Kab. Sinjai, Kamis (16/11/17).

Saat dikunjungi Nenek Jawariah langsung ditempat kerjanya memecah batu, terlihat tampak ada rasa kaget dan bertanya-tanya dalam hati bercampur rasa sedih karna dikunjungi orang nomor satu di Polres Sinjai.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Sinjai menyempatkan waktunya untuk berbincang-bincang dengan Nenek Jawariah dan kapolres sinjai mengungkapkan rasa kagumnya karna diusia yang terbilang tidak mudah lagi masih kuat untuk bekerja memecah batu dengan alat seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Diakhir kunjungannya Kapolres sinjai memberikan bantuan sembako dan tali asih dengan harapan mudah-mudahan sedikit bisa membantu meringankan beban dalam kehidupan sehari-hari.

Ditengah Kesibukan, Kapolres Sinjai Luangkan Waktu Kunjungi dan Santuni Warga Kurang Mampu1

Selanjutnya kapolres sinjai melanjutkan kunjungannya ke warga kurang mampu di Kecamatan Tellulimpoe, tepatnya di Dusun Batang, Desa Bua, Kapolres Sinjai didampingi Kapolsek Tellu Limpoe Akp H. Syarifuddin mengunjungi nenek Andi Muhaenah (70) yang menderita penyakit lumpuh selama puluhan tahun, dan tidak memiliki suami dan anak, hanya dirawat oleh keluarganya, sehingga Kapolres Sinjai terketuk hatinya untuk mengunjungi dan berikan bantuan.

Dalam kunjungan Kapolres Sinjai juga memberikan bantuan sembako dan tali asih, dengan harapan sedikit bisa membantu dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian Polres Sinjai terhadap sesama yang membutuhkan bantuan, Kapolres berharap mudah-mudahan warga yang mempunyai rejeki yang lebih bisa menyisihkan sedikit untuk membantu sesama yang membutuhkan bantuan.

Apa yang dilakukan oleh Kapolres Sinjai merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri. Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati.

Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Selain itu Kapolres Sinjai tahu betul bahwa bersedekah merupakan bukti keiamanan, karena dengan bersedekah seseorang akan mendapatkan banyak keutamaan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama, dan jawaban beliau dikaitkan dengan sifat dan kondisi orang yang bersedekah.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhal?

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Sedekah yang engkau berikan ketika engkau masih muda, pelit harta, bertumpuk angan-angan untuk hidup mewah, dan takut bangkrut. (HR. Ahmad 7407, Nasai 2554, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Betapa sulitnya orang bersedekah di saat dia sedang mengejar kariernya, harapannya, obsesinya, dan cita-citanya. Mungkin dia butuh perang batin untuk bisa mengeluarkan Rp 20 rb. Karena itulah, nilainya lebih afdhal dari pada yang lainnya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password