Akibat Pengaruh Miras, Sopir Angkot di Palopo Tikam Teman Minumnya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Rusli (40) sopir angkot, pelaku penganiayaan yang menyebabkan perut Hasbi robek, yang terjadi pada Rabu kemarin (15/11/17), akhirnya berhasil dibekuk Unit Resmob Sat Reskrim Polres Palopo, Kamis (16/11/17) dini hari. Penangkapan pelaku dipimpin langsung Kasat Reskrim Akp Ardy Yusuf.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal saat Unit Resmob Sat Reskrim Polres Palopo menerima informasi dari hasil penyelidikan tentang keberadaan pelaku. Menurut informasi tersebut bahwa pelakunya melarikan diri ke wilayah Kecamatan Wara.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti Unit Resmob Sat Reskrim Polres Palopo dengan melakukan penyelidikan dan pencarian akan keberadaan pelaku. Sekitar pukul 00.15 Wita, pelaku akhirnya berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya. Ia diringkus di sebuah rumah di Jalan Angrek Jembatan Putih Kelurahan Tompotika, Kecamatan Wara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat Hasbi (Korban) mendatangi Rusli (Pelaku) untuk sedang minum ballo (Miras tradisional) bersama temannya-temannya, setelah minum terjadi adu mulut terkait masalah hutang piutang antara Hasbi dan Rusli  dimana saat itu Rusli melemparkan gelas kaca kearah Hasbi dan mengenai pundaknya.

Tidak terima lemparan tersebut, Hasbi kemudian membalas Rusli dengan memukul pada bagian muka, tak sampai disitu usai dipukul Rusli masuk kedalam rumah mengambil sebilah badik (senjata tajam tradisional) namun diluar Hasbi telah menunggu dengan sebuah kursi, saat Rusli keluar dengan badiknya ia pun dikejar dengan kursi.

Sempat terjadi duel akhirnya Rusli berhasil menikam Hasbi pada bagian perut sebelah kiri hingga mengalami luka robek, setelah menikam Rusli pun melarikan diri.

Sudah banyak fakta dan penelitian yang tidak bisa dibantah kalau minuman keras alias miras memang “biang kejahatan (kriminalitas) dan mesin pembunuh”. Dan yang lebih membuat kita miris, banyak orang tak bersalah, tidak berdosa, bukan peminum alkohol tetapi harus meregang nyawa tetapi akibat dianiaya dan bunuh orang yang dalam pengaruh miras.

Ada puluhan ribu kasus miras. Tiap hari ada saja pemberitaan orang mabuk miras membunuh orang, memperkosa orang atau melakukan kejahatan kriminalitas lainnya.

Kalau dari sisi kesehatan sudah tidak usah diperdebatan lagi. WHO menyebutkan, mengonsumsi miras menyebabkan lebih dari 200 masalah kesehatan. Termasuk sirosis hati dan beberapa jenis kanker.

Sementara US National Criminal Victimization Survey (1991) menemukan lebih dari ¼ kejahatan kekerasan terjadi di bawah pengaruh miras. Akibat miras memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya pembunuhan.

Didalam Islam minuman keras (miras) adalah minuman yang haram, selain haram minuman ini juga berbahaya bagi individu dan bagi masyarakat. Bahkan dapat dikata, khamar adalah biangnya kerusakan lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al Ma-idah: 90-91)

Dalam ayat ini dari beberapa sisi kita dapat melihat keharaman khamar:

  1. Khamar dalam ayat tersebut dikaitkan dengan penyembahan pada berhala.
  2. Allah menyebut rijsun (kotor).
  3. Khamar termasuk perbuatan setan. Setan pastilah datang dengan membawa kejelekan dan hal yang kotor.
  4. Kita diperintahkan untuk menjauhi khamar.
  5. Seseorang yang menjauhinya akan mendapatkan keberuntungan. Jika seseorang malah mendekati khamar, malah termasuk orang yang merugi.
  6. Khamar dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian.
  7. Allah menutup dengan mengatakan, berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah melaknat khamar, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya,penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Daud, no. 3674; Ibnu Majah no. 3380. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2356)

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password