Jaga Stabilitas Keamanan Laut, Polisi Perairan Bone Tingkatkan Patroli

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Mengantisipasi penyalahgunaan dan pemanfaatan sumber daya laut tanpa merusak biota dan ekosistem laut serta mencegah terjadinya tindak kejahatan laut, Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Bone meningkatkan patroli di perairan, Rabu (15/11/17).

Patroli rutin ini dilakukan sebagai pengawasan dan upaya antisipasi tindak kejahatan diperairan, seperti illegal fishing, penyelundupan barang-barang illegal serta berbagai macam tindak kejahatan lainnya dengan waktu yang tidak ditentukan dan berubah-ubah.

Kasat Polair Polres Bone Akp A. Ikbal yang memimpin langsung patroli tersebut mengatakan dengan patroli yang gencar dilakukan diharapkan dapat meminimalisasi wilayah perairan Kabupaten Bone dari tindak kejahatan.

“Dengan adanya patroli rutin ini diharapkan masyarakat nelayan mendapatkan pelayanan dengan mudah apabila terjadi berbagai masalah di wilayah perairan Bone,” kata Andi Ikbal.

Sambung Kasat Polair, “Kita akan meningkatkan patroli dengan tujuan menekan serta mencegah segala bentuk tindak kejahatan di wilayah perairan seperti illegal fishing, illegal logging serta lainya,” tuturnya.

Selain meningkatkan pengawasan, unit patroli Sat Polair juga melakukan Polmas (Polisi Masyarakat) perairan kepada para nelayan dan ABK yang ditemukan di laut untuk tetap mengutamakan keselamatan pada saat melaut dengan melengkapi kelengkapan di atas kapal seperti dokumen terus mengingatkan masyarakat nelayan untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara illegal serta senantiasa menjaga ekosistem dan biota laut.

Diantara kejahatan laut yang paling sering terjadi adalah penggunaan bom ikan oleh para nelayan, padahal penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan laut selain mengancam nyawa manusia, juga menyebabkan kerusakan terumbu karang, mendatangkan kerugian lingkungan hidup yang lebih besar dibandingkan dampak illegal logging (pembalakan liar hutan).

“Bom dan racun untuk penangkapan ikan komersial sangat merusak kegiatan mahluk hidup di dasar laut,” kata Peneliti Kelautan dan Perikanan dari Program Pasca Sarjana Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta, Indrawadi beberapa waktu lalu.

Laporan jurnal ilmu pengetahuan konservasi biologi (The Scientific Journal Conservation Biology), memperingatkan struktur kehidupan dasar laut bisa rusak melebihi kerusakan hutan di darat.Indrawadi menyebutkan, dasar laut merupakan suatu ekosistem kompleks yang menyediakan hewan-hewan atau habitat dan makanan pokok untuk terus bereproduksi dan tumbuhnya ikan serta kehidupan laut lainnya.

Menurut dia, pengeboman di laut telah merusak struktur dasar laut yang membutuhkan beberapa dekade atau abad untuk memulihkannya kembali. Setiap pengeboman bunga karang, remis atau kepiting, rumah-rumah cacing laut dan binatang-binatang air yang berkulit keras, akan rusak bahkan sekarang telah hampir punah seluruhnya.

Ia menambahkan, tidak ada satu pun mahkluk di laut yang tidak terkena dampak fisik pengeboman dasar laut.Ketika struktur dasar laut seperti bunga karang dan terumbu karang musnah maka ikan, kepiting, bintang laut, cacing-cacing dan seluruh habitatnya akan hilang dan mati. Mulai musnahnya keanekaragaman habitat dasar laut telah menjadi alasan kuat banyak jumlah dan jenis ikan berkurang di lautan dunia.

Indrawadi menyebutkan, dasar laut merupakan suatu ekosistem kompleks yang menyediakan hewan-hewan atau habitat dan makanan pokok untuk terus bereproduksi dan tumbuhnya ikan serta kehidupan laut lainnya. pengeboman di laut telah merusak struktur dasar laut yang membutuhkan beberapa dekade atau abad untuk memulihkannya kembali.

Larangan penggunaan bom ikan disebutkan dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. Menurut UU tersebut, seorang pengguna bom ikan dapat diancam dengan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password