Dua Warga Kelurahan Tidung Bersengketa Batas Tanah, Ini Solusi Aiptu Sofyan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri menyelesaikan permasalahan di desa dituntut agar selalu hadir ditengah masyarakat untuk memberikan solusi, seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tidung Aiptu Sofyan M yang memediasi permasalahan warganya, Selasa (14/11/17).

Problem kali ini  melibatkan Mansyur Dg. Jalling dengan Hj. Nursakiah yang berselisih mengenai batas tanah.

Aiptu Sofyan M  mengatakan, permasalahan keduanya adalah Mansyur Dg Jalling yang sementara membangun rumahnya di Jalan M. Emmy Saelan Lr 1 merasa terhalangi oleh pihak Hj. Nursakiah yang mana temboknya masuk dalam batas tanah Lk. Mansyur Dg. Jalling.

“Kami mempertemukan kedua belah pihak disaksikan Tomas (Tokoh masyarakat) dan Ketua RT,” ucap Bhabinkamtibmas Kelurahan Tidung Aiptu Sofyan.

Hasil kesepakatan dari kedua belah pihak mengenai  pelaksanaan pembangunan tetap dilanjutkan dengan tetap memperbaiki tembok milik perempuan Hj. Nursakiah apabila dibongkar dan atau mengalami kerusakan.

Kedua belah pihak berterima kasih karena permasalahan bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan berkat kehadiran Binmas dan Tomas serta Pemerintah setempat.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Tomas bapak Rustam Dg. Liwang, Ketua RT 02 RW 03 Kaharuddin Dg. Tiro, Ketua RT 03 RW 03 Drs. Syarifuddin, bapak Mansyur Dg. Jalling beserta keluarga, Ibu Hj. Nursakiah beserta keluarga, Abdullah Dg. Bado selaku saksi hidup yang mengetahui sejarah/ histori lokasi perselisihan.

Cara yang dilakukan Aiptu Sofyan merupakan salah satu bentuk dari alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Tujuan dilakukannya mediasi adalah menyelesaikan sengketa antara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan imparsial.

Mediasi dapat mengantarkan para pihak ketiga pada perwujudan kesepakatan damai yang permanen dan lestari, mengingat penyelesaian sengketa melalui mediasi menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan atau pihak yang dikalahkan (win-win solution).

Dalam mediasi para pihak yang bersengketa proaktif dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan. Mediator tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, tetapi ia hanya membantu para pihak dalam menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka.

Penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi sangat dirasakan manfaatnya, karena para pihak telah mencapai kesepakatan yang mengakhiri persengketaan mereka secara adil dan saling menguntungkan.

Bahkan dalam mediasi yang gagal pun, di mana para pihak belum mencapai kesepakatan, sebenarnya juga telah merasakan manfaatnya. Kesediaan para pihak bertemu di dalam proses mediasi, paling tidak telah mampu mengklarifikasikan akar persengketaan dan mempersempit perselisihan di antara mereka.

Hal ini menunjukkan adanya keinginan para pihak untuk menyelesaikan sengketa, namun mereka belum menemukan format tepat yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak.

Model utama penyelesaian sengketa adalah keinginan dan iktikad baik para pihak dalam mengakhiri persengketaan mereka. Keinginan dan iktikad baik ini, kadang-kadang memerlukan bantuan pihak ketiga dalam perwujudannya. Mediasi merupakan salah satu bentuk penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga. Mediasi dapat memberikan sejumlah keuntungan antara lain :

  1. Mediasi diharapkan dapat menyelesaikan sengketa secara cepat dan relatif murah dibandingkan dengan membawa perselisihan tersebut ke pengadilan atau ke lembaga arbitrase.
  2. Mediasi akan memfokuskan perhatian para pihak pada kepentingan merekan secara nyata dan pada kebutuhan emosi atau psikologis mereka, sehingga mediasi bukan hanya tertuju pada hak-hak hukumnya.
  3. Mediasi memberikan kesempatan para pihak untuk berpartisipasi secara langsung dan secara informal dalam menyelesaikan perselisihan mereka.
  4. Mediasi memberikan para pihak kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap proses dan hasilnya.
  5. Mediasi dapat mengubah hasil, yang dalam litigasi dan arbitrase sulit diprediksi, dengan suatu kepastian melalui konsensus.
  6. Mediasi memberikan hasil yang tahan uji dan akan mampu menciptakan saling pengertian yang lebih baik di antara para pihak yang bersengketa karena mereka sendiri yang memutuskannya.
  7. Mediasi mampu menghilangkan konflik atau permusuhan yang hampir selalu mengiringi setiap putusan yang bersifat memaksa yang dijatuhkan oleh hakim di pengadilan atau arbiter pada lembaga arbitrase.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password