Ini Motif RS, Pelajar yang Tega Aniaya Seorang Nenek Hingga Meninggal di Tanggamus Lampung

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Polres Tanggamus merilis tersangka penganiayaan Lamiyem (65) warga Pekon Kacapura Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus meninggal dunia medio Oktober 2017 lalu.

“kejadian bermula pada hari Jumat (27/10/17) sekitar pukul 14.30 Wib, RS membeli diwarung korban dengan membawa uang Rp. 7 Ribu dengan rincian Rp. 5 Ribu membeli bensin dan Rp. 2 Ribu membeli rokok. Namun pada saat korban Lamiyem melayani dan memberi hanya sebatang rokok sehingga RS protes, pada saat bersamaan korban Lamiyem melihat pisau di pinggang RS dan berteriak Maling, dengan spontan RS mencabut pisau badik tersebut dan menganiaya korban sehingga korban terjatuh dan tak sadarkan diri”, papar Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra, SE saat merilis perkara penganiayaan di Polres Tanggamus, Senin (13/11/17) siang.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Saptra, SE dalam rilis pengungkapan kasus, Senin (13/11/17).
Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Saptra, SE dalam rilis pengungkapan kasus, Senin (13/11/17).

Tidak sekedar itu, lanjut Kapolres, RS kemudian menarik dan menyeret korban ke dapur dan memukulkan ujung pisau badik ke arah kepala korban sebanyak 1 kali. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami kehabisan darah sehingga meninggal dunia di TKP.

“Jadi motif RS melakukan penganiayaan tersebut spontan karena jengkel diteriaki maling oleh korban”, tegas Kapolres.

Terkait RS seorang pelajar yang membawa senjata tajam, Kapolres mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, RS sehari-hari membawa senjata tajam.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, tersangka ini memang membawa senjata tajam. Sebenarnya Polres Tanggamus sering melakukan razia di sekolah, baik sasaran sajam, video porno dan sebagainya, dan hal tersebut akan terus dilakukan”, kata AKBP Alfis Suhaili.

Ditambahkan Kapolres, razia tersebut tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah tetapi dilakukan di tempat-tempat rawan kriminalitas khusunya senjata tajam dan senjata api di wilayah hukum Polres Tanggamus.

Kini, akibat perbuatannya melakukan penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia, RS terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. (*)

Penulis : N.Muslih / Polres Tanggamus
Editor : Alfian Nurnas
Publish : N.Muslih Lpg

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password