Narkoba di Kota Kediri : Tangkap 2 Kuli Edarkan Pil Dobel L

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim,  Jual beli pil koplo di wilayah hukum Kota Kediri masih saja terjadi. Jumat (10/11) petugas kembali mengamankan penjual juga pembeli pil dobel L sekaligus.

Adalah Agus, 33, yang tertangkap basah sedang membeli pil dobel L dari tetangga desanya, Didik Supriyadi, 34, warga Dusun Sumbersari, Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Dari Agus petugas mengamankan total 80 butir pil dobel L.

Kasubaghumas Polresta Kediri AKP Kamsudi mengatakan hal ini berawal dari informasi masyarakat yang menduga kedua warga tersebut terlibat peredaran narkoba. “Kami lakukan penyelidikan berdasar informasi tersebut,” terang Kamsudi.

Setelah yakin kebenaran informasi tersebut, petugas pun melakukan serangkaian upaya untuk melakukan penangkapan.

Sekitar pukul 20.30 WIB di pinggiran jalan di Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, petugas yang sudah mengantongi informasi bahwa Agus akan mengambil dobel L di jalanan tersebut. Menurut informasi, sebanyak 80 butir pil dobel L pesanan Agus tersebut diletakkan di semak-semak dekat jembatan Desa Bakalan. Setelah dibuntuti, Agus pun datang dan mengambil ‘barang’ tersebut.

Dengan cepat, petugas pun datang dan langsung mengamankan Agus. Agus tak dapat berkutik lagi, satu kantong plastik hitam (kantong kresek) berisi 80 butir pil dobel L jelas dipegangnya. Petugas pun menanyai dari mana ia mendapatkan barang tersebut. “Tersangka AS mengaku barang tersebut miliknya, dan dibeli dari DS,” ungkap Kamsudi.

Petugas kemudian langsung menuju kediaman DS yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) tersebut. Di kediaman Didik, petugas juga melakukan penggeledahan. Namun saying, tak ditemukan barang bukti tambahan di sana. Petugas haya menemukan handphone milik Didik yang didalamnya terdapat pesan singkat berisi transaksi dobel L. Petugas pun langsung membawa Agus juga Didik ke Mapolresta Kediri untuk dimintai keterangan.

Dari pemeriksaan, keduanya mengaku kerap bertransaksi narkoba. Karena itu keduanya diancam dengan pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancaman hukumannya maksimal sepuluh tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar,” pungkas Kamsudi

.

 

Penulis      : Didik

Editor         : ALFIAN NURNAS

Publish      : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password