998 Butir Pil PCC Berhasil di Amankan Dit Res Narkoba Polda Maluku Utara

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara,  Kepolisian Daerah Maluku Utara melaui Direktorat Reserse Narkoba berhasil mengamankan satu wanita berinisial YP alias Y (43) yang merupakan terduga pengedar salah satu obat keras jenis Paracetamol, Cafein, Carisopradol (PCC) di wilayah Malut sebanyak 998 butir, pada Kamis (9/11/2017) kemarin.

Direktur Reserse Narkoba Polda Malut, AKBP Mirzal Alwi yang didampingi Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendry Badar saat melakukan Konfrensi Pers di Mapolda Malut Minggu (12/11/2017), AKBP Mirzal Alwi mengatakan, obat keras berjenis PCC diamankan pada salah satu jasa pengiriman barang yang ada di Kota Ternate yang dikirim dari Makasar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada masuk paket obat PCC ke wilayah Maluku Utara melalui salah satu jasa pengiriman barang, sehingga tim opsnal Dit Res Narkoba Polda Malut melakukan surverfilence (penyamaran dan pemantauan) di semua jasa pengiriman barang yang ada di wilayah Maluku Utara.

Dan akhirnya pada hari kamis tanggal 09 November 2017, sekitar pukul 12.30 Wit Tim Opsnal Ditersnarkoba Polda Maluku Utara berhasil mengamankan barang bukti berupa Obat PCC sebanyak 998 butir yang disimpan dalam lipatan handuk.

“Informasi pengiriman obat ini sudah kami terima dan kami langsung melakukan pemantauan, alhasil kami menemukan barang bukti obat sebanyak 998 butir, penangkapan ini kami telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk di kembangakan jaringan di Makasar” ungkap Dir Narkoba.

Lanjut AKBP Mirzal, obat keras jenis PCC yang telah di cabut ijin edar sejak 2013 lalu tersebut, pihaknya telah mengirimkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan pemeriksaan.

“Obat ini tidak temasuk jenis narkotika, tapi merupakan obat keras dan barang bukti PCC yang kita amankan ini tidak ada ijin edar, kerana obat ini bahaya untuk di konsumsi makanya ijinnya telah di cabut pada 2013 lalu oleh BPOM RI, sebab dampak dari obat ini pengguna bisa berhalusinasi, kejang-kejang hingga meninggal dunia” Ujar AKBP Mirzal.

Perwira dua bunga di Mapolda Malut ini kembali menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait dengan peredaran pil PCC di tengah masyarakat khususnya pada anak-anak, sebab informasi yang di terima, obat tersebut diedarkan bersasaran pada anak-anak di bawah umur terutama anak sekolah.

“Akan terus kita dalami infornmasi itu, sebab obat ini sudah masuk ke Malut dan ini yang ke tiga kalinya,” tutur Dir Narkoba.

Menurut Dir Narkoba, tersangka YP  yang merupakan seorang wanita yang diringkus tim Ditresnarkoba Polda Malut dikediamanya yang bertempat di lingkungan Bastiong Karance Kec. Kota Ternate Selatan.

Untuk itu Dir Narkoba menghimbau kepada seluruh masyarakat Malut, terutama pada orang tua dan guru agar selalu melakukan pemantauan di lingkungan masing-masing dan apabila menemukan pil jenis PCC yang beredar agar secepatnya melaporkan ke pihak Kepolisian atau BNNP maupun dinas kesehatan sehingga informasi tersebut dapat di tindaklanjuti sesegera mungkin.

“Obat ini sudah sangat meresahkan kita di Indonesia termasuk malut, makanya peran masyarakat terutama orang tua dan guru sangat di harapkan,”

Tersangka akan dikanakan pasal berlapis yakni pasal 196 dengan ancaman 10 tahun penjara atau denda 1 miliar rupiah, dan pasal 197 dengan ancaman 15 tahun denda 1,5 miliar rupiah karena dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin.

Penulis             : Wanto Tftt

Editor             : Alfian Nur

Publish            : Wanto Tftt

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password