Gerakan Teror Bukan Jihad Tapi Musuh Bangsa, Ayo Kita Lawan!

Tribratanews.polri.go.id – Polda Benten, Polresta Tangerang, Tugas polisi adalah memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat. Tugas itu adalah tugas mulia sehingga sulit dinalar logika bila ada orang atau kelompok yang memiliki niat menyerang dan melukai polisi termasuk untuk alasan jihad.

Peristiwa penyerangan Mapolres Dharmasraya, Sumbar, jelas bukan jihad. Surat yang diduga ditinggalkan pelaku bukanlah ajakan jihad tapi ajakan berbuat kezaliman, kerusakan di muka bumi. Mereka sangat tidak pantas disebut sedang berjihad karena berjihad tidaklah seperti itu. Jihad tidak membuat masyarakat resah.

Mereka adalah orang-orang yang mendistorsi makna jihad. Pendidikan untuk mencerdaskan umat dan bertanggung jawab terhadap keluarga dan tugas itulah jihad. Untuk itu, hentikan glorifikasi terhadap pelaku teror. Sama-sama kita suarakan bahwa mereka bukan jihadis tapi pelaku kejahatan yang bertentangan dengan agama.

Polisi tentu saja akan bertindak tegas kepada siapa pun yang mencoba membuat kerusakan. Tujuan pelaku teror adalah membuat resah publik. Dengan target menurunkan wibawa pemerintah dalam hal ini aparat keamanan di mata masyarakat.

Pemberitaan yang bombastis dan opini publik adalah salah satu target yang diincar kelompok teror. Oleh karena itulah, publik harus melawan dan mengutuk sekeras-kerasnya atas tindakan kelompok teror. Publik juga harus mendukung langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan aparat kemanan.

Para pelaku teror adalah musuh bangsa dan negara. Mereka musuh seluruh rakyat Indonesia. Dan, Polri memastikan
akan selalu menjadi garda terdepan menumpas paham radikal dan gerakan teror di tanah air. Salam.

Penulis : AKBP H. M. Sabilul Alif, SH, SIK, Msi

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password