Polres Halmahera Selatan Berhasil Mengamankan Pengedar Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara,  Polres Halmahera Selatan Pagi tadi Sabtu 11/11/17, melaksanakan Konfrensi pers kasus penangkapan narkoba oleh tim gabungan Polres Halsel dan Polsek Bacan Timur.

Konferensi Pers tersebut dilaksanakan di Mapolres Halsel. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Halsel, AKBP. Irfan Satya Prasaja Marpaung, SIK.M.si dan didampingi oleh Wakapolres KOMPOL. Setyo Agus Hermawan, SIK serta Kasat Reskrim AKP. Syahrul Hariyadi, SIK.

Dalam Releasenya Kapolres Halsel menerangkan bahwa “Konfrensi Press yang dilaksanakan ini adalah terkait dengan suatu Kasus yang diungkap dari Tim Gabungan Polres Halsel dan Polsek Bacan Timur.” Ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres, bahwa pihak Polres Halsel telah melakukan Penangkapan terhadap Tersangka  AM (28) yang  bekerja sebagai Office Boy pada Kantor Bank BRI Cabang Labuha. Dimana proses pengungkapan Kasus tersebut oleh  Tim Gabungan yang  melakukan Penyelidikan mengingat dengan adanya Laporan Masyarakat terkait dengan adanya Pengguna Narkoba di Wilayah Kab. Halsel.

‘Dengan adanya informasi tersebut  Tim Gabungan Kapolres langsung memerintahkan Tim Gabungan untuk melakukan Penyelidikan lebih mendalam.” Ucap AKBP Irfan Satya.

Sebelum melakukan penangkapan, Tim Gabungan menyamar menjadi pembeli dan setelah terjadi kontak dengan Tersangka, dimana adanya komunikasi dan disepakatilah antara Tim Gabungan dengan Tersangka, kemudian melakukan Transaksi dan setelah dilihat Barang Buktinya maka langsung dilakukan Penangkapan terhadap tersangka oleh Tim Gabungan yang di ketuai oleh Kasat Reskrim Polres Halsel AKP. Syahrul Hariyadi, SIK.

Setelah dilakukan Penangkapan dilanjutkan dengan kegiatan Penggeledahan dan dari Penggeledahan tersebut tepatnya di Gudang Bank BRI Cabang Labuha didapatlah Barang Bukti atau barang bukti yang kita temukan ” 1 (satu) Sachet plastik berisi serbuk bening diduga Sabu, 1 (Satu) Sachet Plastik diduga bekas penyimpanan serbuk putih yang diduga sabu, 1 (satu) Buah Korek Api Gas, 5 (lima)  potong sedotan yang dibuat menyerupai sekop, 2 (dua) potong Sedotan, 1 (satu) Buah Spon berbentuk Kotak,  1 (satu) buah Pipet Kaca yang didalamnya terdapat serbuk bening diduga sabu, 1 (satu) buah botol plastik berisi air mineral yang pada tutup botol dilubangi dan Uang Tunai Rp. 500.000 (diduga hasil penjualan Narkotika) “

Tersangka AM dulu sesuai dengan pengakuan sudah mengkonsumsi Narkoba dari Tahun 2014 waktu Kuliah di Surabaya, seterusnya pada saat pelaksanaan Ivent Widi International Fishing Tournament (WIFT) kemarin yang mana kebetulan temannya dari Surabaya juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut (teman Kuliahnya), begitu ketemu sama Tersangka dan setelah teman ini mau kembali ke Surabaya, karena pernah sama – sama sebagai pemakai, kemudian temannya tersebut memberikan Barang Bukti kepada Tersangka pada saat sebelum naik Pesawat berangkat ke Surabaya dan selama 3 Minggu disimpan oleh Tersangka AM dan adanya informasi bahwa selain di konsumsi Barang tersebut juga akan dijual dan kebetulan yang memancing sebagai Pembeli adalah merupakan Anggota kami yang tergabung dalam Tim Gabungan.

Kapolres AKBP. Irfan Satya Prasaja Marpaung, SIK.M.si menjelaskan bahwa Tersangka AM di Labuha merupakan Pemain baru bukan pemain lama, yang tidak ada sangkut paut dengan Kasus – Kasus Narkoba yang lain. “Berdasarkan hasil pengembangan juga belum adanya hubungan Tersangka dengan Kasus Narkoba lainnya, tetapi sesuai dengan pengakuan Tersangka tersebut tetap kami upayakan mencari informasi adanya keterlibatan orang lain ataupun adanya Pelaku – Pelaku lain yang selama ini berkomunikasi ataupun berhubungan dengan Tersangka AM.” Ungkap Kapolres Halsel.

Pelaku dikenakan ancaman dengan Pidana Penjara paling singkat 4 (empat) Tahun dan paling lama 12 (dua belas) Tahun dan denda paling sedikit Rp.800.000 dan paling banyak Rp. 8.000.000.000 sesuai dengan pasal 112 ayat (1) Undang – Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta juga di Pidana Penjara seumur hidup atau Pidana Penjara paling singkat 5 (lima)  Tahun dan paling lama 20 (dua puluh) Tahun dan Pidana Denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000 dan paling banyak Rp. 10.000.000.000 sesuai dengan pasal 114 ayat (1) Undang – Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis             : Demsi Titahena

Editor             : Alfian Nur

Publish            : Wanto Tftt

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password