Raih Keutamaan Membangun Mesjid, Bhayangkari Sinjai Sumbang Semen ke Mesjid Akri

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Ny. Risa Adriansyah, didampingi beberapa pengurus bhayangkari cabang sinjai memberikan bantuan material untuk pembangunan Masjid Akri Kel. Balangnipa, Kec. Sinjai Utara, Sabtu (11/11/17).

Ketua bhayangkari cabang sinjai menyerahkan langsung bantuan material bangunan berupa semen sebanyak 10 sak, untuk pembangunan Mesjid akri yang diterima oleh pengurus mesjid secara simbolis.

Ketua bhayangkari cabang sinjai Ny. Risa Adriansyah mengatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan ini merupakan sebagai wujud kepedulian dan kedekatan pihak bhayangkari cabang sinjai sebagai istri anggota Polri kepada masyarakat, dalam membantu pembangunan rumah ibadah.

“Bantuan yang kami diberikan tersebut memang tidak seberapa bila dibandingkan dengan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid tersebut, namun setidaknya dapat sedikit membantu penyelesaian pembangunan Masjid Akri,” ungkapnya.

Ny. Risa Adriansyah, juga mengungkapkan bahwa
hal tersebut merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa khususnya bagi bhayangkari cabang sinjai yang bisa membantu pembangunan mesjid tersebut.

“Kita ketahui bersama bahwa
barang siapa yang membangun masjid dan menginfakkan hartanya untuk pembangunan Masjid, maka
Allah SWT akan membangunkan sebuah rumah disurga,” imbuhnya.

Ini bukan yang pertama bagi bhayangkari karna dalam berbagai kegiatan baik keagamaan ataupun sosial, dirinya bersama Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk beramal kepada warga yang membutuhkan uluran tangan sesama.

Membangun masjid punya keutamaan yang besar. Bahkan bila kita membangun bagian kecil saja tetap punya keutamaan.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,

“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”

Masih melanjutkan penjelasan Ibnu Hajar, yang diterangkan dalam hadits di atas adalah cuma bahasa hiperbolis. Karena tak mungkin tempat burung menaruh telur dan menderum yang seukuran itu dijadikan tempat shalat. Ada riwayat Jabir semakin memperkuat hal ini.

Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.

Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password