Tekab 308 Polresta Bandar Lampung Tangkap Dua Pelaku Curas

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung. Tekab 308 Polresta Bandar Lampung kembali meringkus dua pelaku jambret yang sedang berkeliling mencari mangsa. Miris, dua pelaku masih berusia sangat muda, yakni IS (14) dan EA (16). Duo kriminal cilik ini khusus mengincar kaum hawa yang sendirian mengendarai sepeda motor. Terutama wanita yang suka sembarangan menaruh tas dibagian kemudi motor. Atau yang sedang memainkan ponsel sambil mengendarai motor.

“Polresta Bandar Lampung berusaha menekan dan mengantisipasi aksi kriminalitas diwilayah hukum Kota Bandar Lampung dengan memperbanyak upaya patroli dan berburu diwilayah yang dinilai rawan kejahatan. Tekab 308 dipecah jadi tim-tim lebih kecil sehingga bergerak lebih cepat saat berburu. Hasilnya, dua pelaku jambret yang, fakta yang membuat sedih, masih berusia sangat muda, ” kata Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung, S.Ik saat memimpin ekspos penindakan tersebut di Mapolresta, Jumat 10 November 2017.

Baca Juga : Ini Pengakuan Dua ABG Pelaku Curas di Bandar Lampung

Tersangka IS adalah siswa salah satu SMP swasta di Kota Bandar Lampung dan EA (16) alumni siswa salah satu SMP Negeri di Kota Bandar Lampung punya peran berbeda setiap beraksi. IS sebagai joki alias pengendara motor dan EA sebagai pemetik. Kedua warga Sukarame ini selalu membawa senjata tajam saat beraksi. Dipakai untuk mengancam korbannya jika melakukan perlawanan.

Duo kriminal ABG ini selalu berdua saat beraksi. Mereka mengaku punya guru yang sama, R (DPO). Bak tenaga profesional, hebatnya mereka punya jam kerja jelas setiap harinya yakni 09.00 – 16.00 WIB.

Sepanjang ekspos, tersangka IS lebih banyak diam dan menunduk sehingga seringkali pertanyaan yang diajukan kepadanya dijawab oleh tersangka EA. Saat menjawabpun suara IS sering terbata-bata gemetaran. Sementara tersangka EA sebut tidak memiliki kegiatan setelah tidak melanjutkan sekolah. Sementara untuk meminta kepada keluarganya dia sebut tak mungkin.

“Pernah dapat hape sama dompet. Kalau hape dijual murah di COD supaya cepat laku. Yang beli nggak pernah tanya kenapa murah, ” kata tersangka EA. Hape termurah, sangat murah meriah, dijual Rp100 ribu saja. Kompak berbuat kejahatan, kompak juga diganjar Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. (*)

Penulis : Wahyudi / Tim
Editor   : Alfian Nur
Publish : Yudi ZLD

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password