Melayat Kerumah Duka, Bukti Kedekatan Bhabinkamtibmas Polsek Sukamaju dengan Warganya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tidak hanya mengemban tugasnya dalam membina desa binaannya namun seorang bhabinkamtibmas harus mampu mendekatkan diri dengan masyarakat.

Bripka Yusuf Bhabinkamtibmas Polsek Sukamaju Polres Luwu Utara melayat ke rumah duka almarhum Ratna binti Andi Sappu warga Desa Kaluku Kec. Sukamaju Kab. luwu Utara yang meninggal karena Sakit, Kamis (9/11/2017).

“Karena sebagai Bhabinkamtibmas dituntut untuk lebih dekat dengan warga binaannya guna menciptakan hubungan yang baik sehingga akan lebih mudah dalam pelaksanaan tugas karena masyarakat selalu mendukung dan bekerja sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Bripka Yusuf.

Apa yang dilakukan oleh Bripka Yusuf Bhabinkamtibmas Polsek Sukamaju yangmengantar melayat kerumah duka merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi. Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password