Kunjungi Panti Asuhan, Polres Sinjai Sampaikan Bahaya Paham Radikal

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Operasi Bina Waspada Lipu 2017 yang mengedepankan fungsi Binmas kembali digelar, kali ini personel Polres Sinjai memberikan penyuluhan di Panti Asuhan Syi’ar Islam Batulappa Kab. Sinjai, Jumat (10/11/17).

Penyuluhan ini dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Sinjai Akp Bakhtiar selaku Kasubbag Satgas Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) didampingi KBO Sat Sabhara Iptu M. Arsyad selaku Kasubbag Satgas Hubungan Masyarakat (Humas).

Kegiatan yang dihadiri para santri ini bertujuan untuk membina generasi muda bangsa dalam memahami nilai – nilai Pancasila sebagai dasar Negara.

Akp Bakhtiar juga mengharapkan kepada generasi penerus bangsa agar tidak mudah terpengaruh terhadap paham – paham radikalisme, anti Pancasil serta terorisme yang ingin menghancurkan bangsa.

Kedatangan tim ini juga dalam rangka memberi bantuan sembako kepada para santri, bantuan ini merupakan wujud kepedulian sesama.

Diakhir penyuluhan para santri menyatakan sikap untuk menolak segala bentuk ancaman yang ingin meronrong Pancasila sebagai dasar Negara.

Dalam hukum Islam, siapa saja yang melakukan teror dan menakut-nakuti orang lain, ia akan dikenakan hukuman yang berat. Mereka inilah yang disebut dengan orang berbuat kerusakan di muka bumi seperti halnya para penyamun atau tukang begal. Mereka akan dikenai hukuman yang berat supaya tindakan jahat tidak lagi berulang, juga untuk menjaga harta, darah dan kehormatan orang lain. Tentang orang semacam ini disebutkan dalam ayat.

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33).

Ingat pula bahwa Islam melarang membunuh orang lain, bahkan jika satu nyawa dibunuh tanpa alasan yang benar, berarti ia telah membunuh manusia seluruhnya. Allah Ta’ala berfirman.

“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32). Kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman bahwa ayat ini juga ditujukan para para tukang begal atau penyamun yang mengancam membunuh atau merampas harta orang lain dengan cara paksa.

Dua ayat di atas menunjukkan bahwa meneror atau tindakan terorisme terlarang dalam Islam.

Meneror atau menakut-nakuti orang lain itu termasuk berbuat dosa. Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu orang yang punya tali tersebut khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Al Munawi menyatakan bahwa jika dilakukan dengan bercanda tetap terlarang karena seperti itu menyakiti orang lain. Lihat ‘Aunul Ma’bud, 13: 251.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password