Polres Lampung Barat Peringati Upacara Hari Pahlawan Ke-72

WhatsApp Image 2017-11-10 at 13.50.45

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung/Polres Lampung Barat. Kepolisian Resor Lampung Barat dan polsek jajaran menggelar upacar peringatan hari pahlawan ke-72 di mapolres lampung Barat dengan tema “perkokoh persatuan membangun Negeri”  pada Jumat 10/11/17.

Waka Polres Lampung Barat Kompol Sukandar,SH. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kasat Binmas AKP Tarwidi selaku Perwira Upacara dan Ipda Suherman,SH. bertindak sebagai Komandan Upacara, Iptu Junaidi,SE. Selaku pembaca pesan-pesan pahlawan/Kata mutiara, Bripda Prakarsa selaku pembaca teks pembukaan UUD 1945 dan di ikuti peserta Upacara dari anggota Polres Lampung Barat dan Polsek Jajaran.

IMG_2133Dalam amat Kapolres Lampung Barat di bacakan Inspektur Upacara mengatakan, Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Peringatan tersebut didasarkan pada peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dengan memakan korban jiwa yang sangat besar.

Peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah “politik ketakutan”, melainkan “politik harapan”. Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dan pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Sejalan dengan orientasi Trisakti tersebut, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla hadir dengan menawarkan VISI transformatif: “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.”

IMG_2078Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah; ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara aksereratif, berlandaskan prinsip-prinsip pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam Amanat Presiden pada Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1956, setahun setelah Pemilihan Umum pertama tahun 1955, Bung Karno menjelaskan tiga fase revolusi bangsa. Dua fase telah dilalui dengan berhasil, dan satu fase lagi menghadang sebagai tantangan. Indonesia telah melewati “Taraf physical revolution” dan “taraf survival”.

IMG_2150Lantas Bung Karno tandaskan, “sekarang kita berada pada taraf investment, yaitu taraf menanamkan modal-modal dalam arti yang seluasluasnya: investment of human skill, material investment, dan mental investment.”

Selanjutnya Bung Karno mengingatkan: “Kelemahan jiwa kita ialah, bahwa kita kurang percaya kepada diri kita sendiri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar-negeri, kurang percaya-mempercayai satu sama lain dan itu semua, karena makin menipisnya ‘rasa harkat nasional’, –makin menipisnya rasa ‘national dignity’–, makin menipisnya rasa bangga dan rasa-hormat terhadap kemampuan dan kepribadian bangsa dan rakyat sendiri.”Gerakan revolusi mental diharapkan bisa mendorong Gerakan Hidup Baru, dalam bentuk:

  1. Perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan.
  2. Peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik.

Gerakan Hidup Baru adalah gerakan revolusi mental “untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala.” Itulah jiwa patriotisme progresif yang harus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan apembangunan hari ini.

Selain itu melalui Peringatan Hari Pahlawan 2017 sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya, Peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuh-kembangkan nilai-nilai Kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penulis         : Edi Susanto

Editor           : Alfian Nurnas

Publish         : Edi Susanto

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password