Tiga Tersangka Pembunuh Andi yang Mayatnya Dicor dalam Sumur Terancam Ditembak Mati

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim, Tiga tersangka pembunuhan Andi Prawangsa yang mayatnya dibuang di sumur tua Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang kini masih dikejar petugas Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim terancam ditembak mati.

Penangkapan yang dilakukan petugas saat pelaku baru saja pulang dari pelariannya di beberapa daerah di Jatim, seperti Pasuruan, Probolinggo dan daerah lain. “Begitu ada informasi tersangka Abdul Azis pulang, anggota langsung datang ke rumah lalu dibawa ke Polda Jatim,” ungkap Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo.

Ancaman tembak mati itu dilakukan selain perannya cukup sadis (menceburkan korban ke sumur saat meninggal dunia) dan dianggap tidak kooperatif. “Kami sudah menangkap tujuh tersangka. Selasa (7/11/2017), anggota menangkap Abdul Azis di rumahnya di Geluran, Taman,” kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit III/Jatanras, AKBP Boby Paludin Tambunan, Rabu (8/11/2017).

Tersangka Abdul Azis dalam peristiwa penganiayaan hingga terbunuhnya korban Andi Prawangsa, perannya turut menganiaya korban. Dia ikut memukul korban karena solidaritas antar teman dan yang berperkara adalah Abu Dawud yang ditangkap lebih dulu bersama Gofur.

“Tersangka Abdul Azis setelah ikut membunuh korban mengaku was-was. Karena takut ditangkap polisi,” ujar tersangka Abdul Azis ditirukan penyidik.

Ketakutan Abdul Azis makin memuncak setelah tahu jika tersangka utama, Abu Dawud ditangkap oleh petugas, Kamis (26/10/2017) lalu. Ia mengaku kabur dari rumahnya untuk menghindar dari kejaran polisi. Selama menggelandang, Abdul Azis mengaku sering bermimpi dikejar-kejar polisi sehingga pikirannya bertambah kacau.

“Tinggal tiga tersangka yang belum kami tangkap. Mudah-mudahan dalam waktu dekat tertangkap lagi. Soalnya identitas mereka sudah kami kantongi,” ujar AKBP Bobby.

Tersangka pembunuhan Andi Prawangsa yang sudah ditangkap yakni, Abu Dawud, asal Krian; Gofur, asal Taman, DN, asal Menyanggong, Taman; Khoiri, asal Jombang (meringkuk di Lapas Sidoarjo dalam kasus pencabulan); dan dua anak berusia di bawah umur yang tak disebutkan identitasnya.

Seperti diketahui, terbongkarnya pembunuhan dua tahun lalu berkat informasi dari saksi kunci yang melihat adanya penganiayaan dan pembunuhan. Namun saksi kunci ini mengaku tidak tahu lokasi persisnya pembuangan mayat korban.

Setelah ditelusuri ternyata ada empat sumur. Dua sumur masih mengeluarkan air dan kondisinya tidak berbau. Setelah dua sumur lainnya diteliti, salah satunya bagian atas dicor.

Dari kecurigaan itu, sumur dibongkar dan ternyata di bagian dalam penuh dengan bongkahan batu dan gragal. Untuk menggali ini, petugas dibantu masyarakat harus bekerja ekstra karena harus mengambil satu persatu bongkahan yang ada. Setelah menyentuh kedalaman hingga 2,5 meter mulai terlihat selimut warna merah motif kembang.

Setelah digali lagi ditemukan tulang bagian kaki dan tulang lainnya. Diduga kuat, saat korban dibuang bagian kepalanya ditaruh bagian bawah. Setelah itu ditimbun dengan bongkahan yang ada di sekitar lahan kosong.

Penulis  : Ice / Mbah

Editor    : Alfian Nur

Publish  : Ice

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password