Polisi Gelar Mediasi Pasca Bentrok, Dua Kelompok Pemuda Sepakat Damai

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Pasca terjadinya bentrokan antara kelompok pemuda Dalung dengan kelompok pemuda asal Sumba pada Sabtu (4/11/2017) lalu, polisi bersama tokoh masyarakat menggelar pertemuan di ruang rapat Kantor Camat Kuta Utara, Kerobokan, Badung, Rabu (8/11). Pertemuan ini bertujuan untuk meredam situasi dan mendamaikan kedua belah pihak agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan., S.I.K., Camat Kuta Utara Drs. A.A. Ngurah Arimbawa, Ketua FKUB Kecamatan Kuta Utara I Nengah Sudarsana, tokoh masyarakat Desa Dalung, Ketua Paguyuban Flobamora (Flores, Sumba, Timur, Alor) beserta anggotanya berjumlah 20 orang.

AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan, S.I.K. mengatakan, tujuan dari acara kegiatan ini adalah untuk membahas permasalahan sekaligus sebagai sarana mediasi terkait kejadian yang terjadi empat hari yang lalu. Dimana saat itu terjadi kesalahpahaman antara seorang oknum warga Dalung dengan beberapa orang warga Sumba yang mengakibatkan perkelahian dan penganiayaan.

“Saya katakan, ini bukan perkelahian antara warga Bali dengan Sumba seperti informasi yang beredar di media sosial (medsos). Ini bukan masalah etnis, suku atau agama, namun oknum,” tegasnya.

Kapolsek meminta kepada tokoh masyarakat Kuta Utara dan Ketua Paguyuban Flobamora untuk selalu mengingatkan anggotanya maupun saudara-saudaranya untuk tidak cepat terpancing dan terprovokasi sehingga dapat memperkeruh situasi. Diharapkan melalui kegiatan ini, tali silaturahmi antara warga Dalung dengan Sumba kembali terjalin dengan baik dan rasa kasih sayang antar sesama kembali tumbuh, sehingga wilayah Kuta Utara akan selalu aman, tertib dan damai.

Sementara I Nengah Sudarsana selaku Ketua FKUB menyampaikan, kemajemukan masyarakat Kuta Utara dari berbagai etnis, suku, agama dan daerah. “Besar harapan kami kepada Ketua Paguyuban Flobamora dan tokoh masyarakat Dalung untuk permasalahan ini, jangan sampai memunculkan isu Sara yang akan merusak persatuan dan kesatuan khusunya di Wilayah Kuta Utara,” ujarnya.

Hingga kegiatan usai, dengan disaksikan Kapolsek dan Camat Kuta Utara, kedua belah pihak yaitu tokoh Desa Dalung dan Flobamora sepakat berdamai dan bersama-sama menjaga keamanan di wilayah Kuta Utara. Polri bersama dengan para tokoh dan pecalang akan meningkatkan patroli di wilayah Desa Dalung.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Swanjaya

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password