Pelaku Curanmor di Bone Ditangkap di Warung Makan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satreskrim Unit Resmob Polres Bone kembali mengamankan pelaku tindak pidana curanmor di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulsel, Selasa (7/11).

Dalam penangkapan pelaku yang bernama Muh. Yusuf (44) warga jalan Sungai Limboto, BTN Amanda 2, Kabupaten Bone, aparat berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor Yamaha Xeon warna biru Nopol DW 6269 EQ.

Kasat Reskrim Akp Hardjoko, S.H menjelaskan, awalnya anggota memperoleh informasi bahwa pada pukul 09.00 Wita di depan pasar Manera lingkungan tangka-tangka, Kelurahan Pancaitana, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, baru saja terjadi pencurian motor.

Berangkat dari informasi tersebut anggota Resmob yang dipimpin Ipda Bambang Supriadi bekerja sama dengan anggota Polsek Salomekko langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

Dihari yang sama sekitar pukul 13.30 Wita, dari hasil pengejaran petugas, pelaku terlihat singgah di salah satu warung makan di Desa Mappesangka dan langsung di bekuk oleh aparat tanpa melakukan perlawanan.

Ipda Bambang Supriadi yang baru beberapa pekan menjabat Kanit Buser, dikenal gesit dalam hal pengungkapan Kasus menonjol kembali memimpin penangkapan terhadap maling motor dan membuktikan keseriusannya dalam mengupas kejahatan yang terjadi di Wilayah Hukum Polres Bone.

Tak hanya mengamankan sepeda motor hasil curian, di tangan pelaku aparat juga menyita beberapa barang yang diduga sebagai alat untuk melancarkan aksinya, berupa sebuah obeng, sebuah sarung senjata, 6 butir selonsong peluru hampa, dua buah HT, sepasang buku nikah, selembar kartu keluarga, sebuah dompet yang berisi identitas pelaku.

Selanjutnya, Yusuf digiring masuk ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Salomekko Polres Bone.

Ulah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) semakin merajalela. Bukan hanya di tempat sepi, para pelaku curanmor pun juga tak berpikir panjang berulah di lokasi yang penuh keramaian.

Bahkan, aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita.

Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas.

Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman. Atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat kepolisian.

Untuk itu, salah satu cara lain untuk menekan maraknya aksi pencurian sepeda motor ini adalah dengan melakukan tindakan keras dan tegas kepada pencuri sepeda motor itu. Sehingga akan meningkatkan rasa aman di mata masyarakat, utamanya bagi pemilik kendaraan sepeda motor.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password