Bawa Badik dan Obat Daftar G, Dua Remaja Asal Maros Diamankan Polsek Tamalanrea

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dua remaja pemuda berinisial IL (17) dan IQ (19) warga Kab. Maros terpaksa berurusan di kantor Polisi karena kedapatan membawa senjata tajam jenis badik saat di razia oleh Opsnal Polsek Tamalanrea, Rabu (08/11/17).

Artikel, Bawa Badik dan Obat Daftar G, Dua Remaja Asal Maros Diamankan Polsek Tamalanrea

Berawal Tim Opsnal Polsek Tamalanrea yang dipimpin Panit Opsnal Ipda Abdul Azis melaksanakan patroli wilayah di jalan Tamalanrea depan SMA 21 Makassar menghentikan sepeda motor yang digunakan oleh kedua pelaku.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar AKP La Ode Idris mengatakan saat pelaku diberhentikan dimana kedua pelaku langsung menjatuhkan kendaraannya dan lari berpencar.

“Petugas melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kedua lelaki tersebut, saat dilakukan penggeledahan badan terhadap dua pelaku ditemukan senjata tajam jenis badik yang terselip di pinggang IL dan saku celana pada IQ bersamaan itu juga terdapat obat daftar G tramadol yang tersimpan dalam bungkusan plastik saset sebanyak 2 (dua) biji,” jelas AKP La Ode Idris.

Artikel, Bawa Badik dan Obat Daftar G, Dua Remaja Asal Maros Diamankan Polsek Tamalanrea2

Dalam hal ini, Kasubbag Humas juga  mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyimpan dan membawa senjata tajam tanpa ada alasan yang jelas dan tidak ada izin.

“Ini merupakan salah satu upaya dari kepolisian untuk menjaga kamtibmas di tengah-tengan masyarakat,” pungkasnya.

Atas perbuatannya IL (17) dan IQ (19) diancam Undang – Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang membawa, memiliki, menguasai dan menyimpan senjata tajam tanpa ijin.

Berkaitan dengan penyalahgunaan obat daftar G kedua pelaku diancam Pasal 196 JO 98 (ayat 2 dan 3) Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas.

Sehingga merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Terjalin hubungan antara pengedar/bandar dan korban. Korban sulit melepaskan diri dari mereka, bahkan tak jarang mereka terlibat peredaran gelap, karena meningkatnya kebutuhan narkoba. Penderita ketergantungan obat-obatan terlarang atau kini umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka masih aktif di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, atau Perguruan Tinggi. Bahkan, ada pula yang masih duduk di bangku di Sekolah Dasar.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password