Usai Menyekap Korbannya, Dua Pelaku Begal Ini Gasak HP dan Uang

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polsek Tamalate berhasil mengamankan dua pelaku begal (pencurian dengan kekerasan). Korbannya adalah seorang perempuan berinisial NG (21) warga jalan Nikel 1 No.3 Makassar.

Dihadapan petugas korban mengaku disekap dengan cara mata dan mulutnya ditutup menggunakan lakban dan di masukkan kedalam toilet ruko lantai 1 di rumah toko (Ruko) di jalan Daeng Tata Makassar.

Berdasarkan informasi dari korban Personil Polsek Tamalate bergerak dan melakukan penangkapan terhadap dua lelaki inisial IL (17) warga Jalan Ratulangi Makassar dan lelaki inisial HA (19) warga Jalan Mappaodang Makassar.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar AKP La Ode Idris mengatakan ada empat pelaku penyekapan lelaki IN dan lelaki RE masih DPO yang dimana lelaki IL yang sudah di amankan membenarkan bahwa lelaki IN (DPO) masuk kedalam mobil yang diparkir milik korban disaat itu juga pelaku langsung melakukan penyekapan dan mengancam korban dengan pisau dapur terhadap korban perempuan NG.

photo_2017-11-06_23-38-10-336x

Lanjut, tersangka HA ikut naik ke mobil  menuju jalan Daeng Tata Raya Makassar dimana korban perempuan NG dalam keadaan tangan terikat, mulut dan mukanya di tutup menggunakan lakban kemudian dimasukkan ke toilet lantai 1 Ruko dan di jaga oleh pelaku HA.

Setelah perempuan NG tersekap pelaku langsung mengambil ATM dan meminta No Pin Atm korban perempuan NG kemudian pelaku lelaki RU (DPO) bersama korban lainnya lelaki RU keluar dengan menggunakan mobil korban untuk menarik uang milik korban sebanyak RP. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) lelaki RU dan Lelaki IN membawakan uang tersebut ke pelaku lelaki HA di jalan Mappaodang Makassar.

Kemudian HP merk Oppo F1S milik korban perempuan NG juga di jual oleh pelaku kepada pegawai toko Satu Sama seharga RP. 900.000 (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) dan uangnya di serahkan kepada pelaku lelaki IN (DPO) dan HP samsung Galaxy S6 yang juga milik korban masih dipegang pelaku lelaki IN.

Sampai berita ini di turunkan petugas masih mengejar dan melakukan penyelidikan terhadap lelaki IN dan lelaki RE yang masih buron.

Selanjutnya pelaku bersama barang bukti yang disita berupa 1(satu) unit Sepeda motor R2 merk Suzuki Spin dengan No. Polisi DD 4743 ID dan 1(satu) buah HP merek OPPO F1S diamankan di Polsek Tamalate guna penyidikan lebih lanjut.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password