Sat Reskrim Polres Banggai Berhasil Ungkap Kasus Pupuk Tidak Sesuai Label

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng – Polres Banggai – Sat Reskrim Polres Banggai berhasil mengungkap kasus pupuk tidak sesuai label atau sesuai degaan standar mutu dan mengamankan pelaku berinisial DN alias N (46) Warga Desa Sindang Baru, Kecamatan Toili.

Itu diungkapkan Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP Risky Pratama SIK, saat menggelar konfrensi pers di Aula Wira Cakra Manggala, Senin (6/11/2017).

AKPB Heru Pramukarno mengungkapkan, pria yang juga berprofesi sebagai petani ini ditangkap pada 7 Agustus 2017 lalu di kediamannya bersama barang bukti berupa 181 karung pupuk oplosan jenis NPK Phoska.

“Tersangka mendapatkan pupuk tersebut dari seseorang berinisial HA di Palu pada 3 Agustus 2017,” ungkap Kapolres.

Kapolres mengatakan, saat itu pelaku membeli 240 karung ukuran 50 kilogram dengan harga Rp 25 juta lebih dengan harga per karung yang dibeli tersangka Rp 105 ribu.

“Cara pembayaran via trasnfer ATM BRI,” kata AKBP Heru Pramukarno.

Kemudian, kata AKBP Heru Pramukarno, tersangka mengambil 240 karung itu, dan dibawa ke Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai. Aksi tersangka pun akhirnya dicium polisi saat tersangka mau menjual sebanyak 40 karung pupuk oplosan ini ke petani di Desa Sidang Baru, Kecamatan Toili.

berdasarkan hasil pengembangan, lanjut Kapolres, sebanyak 181 pupuk kembali diamankan di salah satu gudang penyimpanan di Desa Tolisu, Kecamatan Toili. “Sisanya ada 19 karung sudah dijual ke petani dengan harga Rp 150 ribu per karung. Dan 40 krung digunakan tersangka untuk memupuk 10 hektar lahan persawahan dan kebun miliknya,” tutur Kapolres.

AKBP Heru Pramukarno SIK, menyatakan, bukti kuat pupuk itu tidak sesuai dengan label dan tidak sesuai dengan standar mutu, saat hasil pemeriksaan dari Laboratorium Tanah, Tanaman, Pupuk Air Sulawesi Selatan, menyebutkan, kandungan Nitrogen yang seharusnya 15 persen hanya 12,50 persen, kandungan Fosfat 15 persen hanya 0,16 persen, bagitupun dengan Kalium yang seharusnya 15 persen hanya 2,05 persen.

“Tersangka kami dijerat dengan pasal 60 ayat (1) huruf f Jo Pasal 37 ayat (1) Subsider Pasal 60 ayat (2) huruf f Jo Pasal 37 ayat (1) Undang-undang No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan/atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf e Undang-Undang No. 8  Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 5 miliar,” beber AKBP Heru Pramukarno

Rencanannya pekan ini, tambah Kapolres, penyidik Sat Reskrim Polres Banggai akan mengirimkan berkas perkara (tahap satu) ke JPU Kejaksaan Negeri Banggai.

“Apabila dinyatakan lengkap alias P21, maka secepatnya kami serahkan tersangka dan barang bukti (tahap dua),” pungkas Kapolres Banggai.

Penulis      : Tim
Editor        : Alfian Nurnas
Publish      : Abdi.s

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password