Apel Siaga Mewaspadi Banjir 33 Titik Diwilayah Provinsi DKI Jakarta dan Sejumlah Lokasi Di Jakarta Utara

Apel Siaga Banjir di BMW

Pada hari Kamis tanggal 02 Nopember 2017 pukul 08.00 wib. bertempat di lokasi Taman BMW Tg. Priok Jakarta Utara, telah berlangsung Apel Siaga Mewaspadai Bencana Banjir di wilayah Provinsi DKI Jakarta, menghadapi musim penghujan antara bulan Desember 2017 – Februari 2018, Pemprov DKI Jakarta mewaspadai 33 titik banjir di lima wilayah Jakarta, pembenahan saluran air hingga mengalurkan warga ke lokasi pengungsian agar lebih di maksimalkan, disisi lain berbeda dengan musim penghujan sebelumnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Jupan Royter saat melakukan gladi bersih siaga banjir di Taman BMW, Tg. Priok Jakarta Utara banjir dan genangan air kali ini mengalami perubahan, biasanya banjir berada di Jakarta Barat dan Utara, kini genangan dan banjir mulai bergeser ke wilayah Selatan, 33 titik rawan banjir tersebar di 299 RW dari 91 kelurahan yang berlokasi di 33 kecamatan di wilayah DKI Jakarta ,sejak bulan Januari hingga Oktober 2017, dengan wilayah terbanyak di sekitar Jakarta Selatan, terparah di Jakarta Timur, dan terluas di Jakarta Barat dan sebagian kecil Jakarta Utara.

Dibandingkan tahun sebelumnya banjir tahun ini mengalami pengurangan sebab aliran air mulai berangsur membaik seiring gencarnya Dinas Sumber Daya Air melakukan normalisasi mulai dari saluran pemukiman hingga kali besar, meski demikian, kita jangan terlena, karena itu perlu disiagakan Posko lokasi pengungsi, dapur umum, hingga alur bantuan terhadap pengungsi, simulasi penanganan bencana hingga proses evakuasi dilakukan sejak hari Rabu tanggal 01 Nopember 2017.

Untuk tercapainya hal tersebut perlu adanya bantuan Camat, Lurah untuk mengawasi wilayahnya, pemantauan siaga bencana banjir dilakukan dengan memetakan titik banjir, termasuk lokasi pengungsian yang di fokuskan di kantor kelurahan dan kecamatan, kerahkan ribuan Personil untuk menangani bencana banjir.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Jakarta Utara, Husein Murad mengatakan untuk mengantisipasi banjir dan proses evakuasi wargan nantinya, pihaknya telah menyiagakan 1.773 personil gabungan antara Pemda, TNI, Polri, dunia usaha dan komponen masyarakat, mereka akan ditugaskan untuk melakukan monitoring dan menginformasikan, serta mewaspadai saluran saluran yang mampet, ini adalah bentuk kesiapan dalam menghadapi bencana banjir di wilayah Jakarta Utara, selain petugas, sejumlah perlengkapan dan peralatan juga dipastikan harus dalam kondisi siap pakai.

Sejumlah sarana dan peralatan disiagakan dalam apel gelar pasukan itu, diantaranya perahu karet, kendaraan operasional truk, mobil ambulance, mobil dapur umum, mobil dam truk, eksavator, pompa, portable, sovel dan lain-lain, sejumlah alat itu kemudian diperiksa agar tidak rusak saat digunakan, dari enam kecamatan di Jakarta Utara, hampir semuanya terancam banjir, seperti Cilincing, Pluit, dan Kamal Muara, sementara untuk kawasan ekonomi, Kelapa Gading, adanya pembangunan infrastruktur di kawasan itu mengancam sauran air menjadi terganggu, karena itu, pengurasan saluran baik kai maupun PHB diakukan demi mengurangi dampak bencana banjir.

Rumah pompa juga akan bekerja maksimal untuk melakukan pembuangan air, kondisinya saat ini siap digunakan, jika bencana banjir terjadi seluruh instansi dapat bekerjasama melakukan penanggulangan, terutama menolong masyarakat yang rumahnya terkena dampak banjir, perahu karet telah disiapkan di tiap instansi, seperti kelurahan, kecamatan, Polsek hingga Koramil, hal ini dilakukan agar mobilitas pertolongan dapat cepat dilakukan. Tidak menunggu penugasan pusat.

Berdasarkan pengalaman pada peristiwa banjir tahun 2016, Pemerintah Kota Jakarta Utara melakukan pengerukan saluran air pada sejumlah titik di enam kecamatan, sekitar 30 alat berat seperti bekho dipersiapkan untuk mengeruk lumpur agar kedalaman saluran kembali normal, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) bertanggungjawab terhadap normalisasi saluran air, terutama penggunaan saluran air agar mampu menampung curahan air hujan, Sudin SDA memastikan saluran-saluran air itu siap untuk menampung apabila hujan cukup besar.

Dijelaskannya, seluruh petugas tidak mudah puas terhadap pengerukan saluran yang telah dikerjakannya selama ini, Pembagian tugas harus terorganisir agar pengerukan dapat dilakukan menyeluruh pada saluran air di enam kecamatan, pengerukan saluran air terus dilakukan hingga saluran air benar-benar dalam.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password