Kabid Dokkes Polda Bali: Deteksi Dini Kelainan Jantung Melalui Program Kesehatan Berkala

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Beberapa bulan terakhir ini, banyak kejadian kematian mendadak anggota Polri pada usia 40-50 tahun. Salah satu penyakit kardiovaskular yang menyebabkan banyak kematian ialah penyakit jantung koroner (PJK). PJK adalah menyempitnya pembuluh darah arteri koroner akibat plak menumpuk di bagian dalam dinding pembuluh darah koroner. Dimana, pembuluh darah sendiri berfungsi untuk menyuplai oksigen dan zat makanan ke otot jantung. Penyempitan ini menyebabkan aliran darah pembawa oksigen dan zat makanan jadi terganggu.

Berbagai faktor risiko yang menjadi penyebab timbunan plak diantaranya gaya hidup tidak sehat. Seperti, banyak mengonsumsi makanan berlemak, merokok, minum alkohol, diabetes melitus, kegemukan, kurang berolahraga dan stres. Hal ini bisa menyebabkan kematian mendadak, gangguan irama jantung, ataupun gagal jantung.

Atas hal tersebut, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Bali bersama Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar menggelar kegiatan Cardiac-Multi Slice Computed Tomography (MSCT) atau scan jantung, bertempat di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, Sabtu (4/11/2017). Direncanakan, kegiatan ini akan berlangsung hingga akhir bulan Nopember 2017.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Bali Kombes Pol. dr. Agung Widjayanto, Sp.F., DFM. mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya deteksi dini kelainan jantung melalui Program Kesehatan Berkala yang menjadi kegiatan rutin dilakukan setiap tahunnya. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pemeriksaan sederhana melalui rekam jantung/EKG kemudian ditindaklanjuti dengan treadmill dan echocardiografi.

“Layanan pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar, dengan dokter konsultan jantung dr. I Kadek Susila Surya Darma, Sp.JP., FIHA. Bahkan, untuk mendapatkan data yang lebih akurat, pihak Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar telah melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Surya Husada melalui pemeriksaan MSCT scan jantung,” ungkapnya.

Sementara, Karumkit Bhayangkara Denpasar AKBP dr. I G. A. A. Diah Yamini, Sp.THT-KL menyatakan bahwa apabila ditemukan adanya kelainan jantung pada anggota Polri/PNS, maka akan ditindaklanjuti baik berupa terapi dengan obat-obatan ataupun dengan tindakan operasi sesuai dengan indikasi. “Ini dapat dilakukan melalui sistem rujukan sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga, upaya perawatan kesehatan personel Polda Bali merupakan penanganan yang terpadu dan paripurna,” terangnya.

Penulis : Komang Arya

Editor   : Swanjaya

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password