Pelaku Begal di Simpang Lima Bandara Sudiang Akhirnya Dibekuk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Biringkanaya kembali berhasil membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas/begal) di terowongan simpang lima bandara Sudiang Makassar, Minggu (05/11/17).

Pelaku lelaki inisial AK (20) warga Jalan Katimbang Kecamatan Biringkanaya Makassar diringkus resmob Polsek Biringkanaya yang dipimpin Dantim resmob Bripka Frans Toding.

Pelaku diketahui  melakukan pencurian dengan kekerasan dimana pelaku  mengancam korbannya menggunakan senjata tajam jenis parang dan busur kemudian berhasil membawa kabur sepeda motor korban merk Yamaha Fino warna Biru putih di terowongan simpang lima bandara Sudiang Makassar.

Setelah menerima informasi dan hasil penyelidikan bahwa pelaku curas berada di wilayah Maros sehingga anggota resmob Polsek Biringkanaya yang di back up Polres Maros langsung bergerak dan berhasil membekuk pelaku.

Dari hasil pemeriksaan pelaku lelaki AK mengakui dan membenarkan telah melakukan perampasan sepeda motor di terowongan perlimaan bandara bersama kedua rekannya lelaki CA dan lelaki SY (keduanya sudah dip roses Polres Maros).

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti sepeda motor yang disita di bawah ke Polsek Biringkanaya guna proses lebih lanjut.

Banyaknya kasus pencurian rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan dan melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password