Ditpolairud Polda Kalbar Gelar Press Release Kasus Produk Makanan Tanpa Izin

 

Tribaratanews.polri.go.id, Jumat (03/11/2017) Direktorat Polairudda Polda Kalbar menggelar press release terkait hasil Operasi Lintas Batas Kapuas 2017 dengan target operasi terkait penyelundupan baik dari wilayah Kalbar keluar, maupun sebaliknya. yaitu beberapa produk seperti makanan, sabun, sampai dengan deterjen hasil operasi tangkapan kapal Patroli KP. Gajahan Timur VI-4003.

Press Release ini dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Kalbar Kombespol H. Alex Fauzi Rasad, S.ST, MK SH dan didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Gusti Maychandra Lesmana, S.Ik beserta anggota di Graha Arnavat Mako Ditpolairud.

Kombespol H. Alex Fauzi Rasad, S.ST, MK SH menuturkan Polda Kalbar mengharapkan kinerja kami dalam mengungkap kasus-kasus penyelundupan di wilayah perairan, menanggapi hal tersebut Ditpolairud menggerahkan armadanya untuk lakukan patroli dan penyelidikan serta mencari informasi- informasi yang akurat terkait bongkar muatan barang di pelabuhan-pelabuhan maupun dermaga-dermaga umum.

Pada selasa,10 oktober 2017 tepatnya jam 06.00 Wib pagi, Kapal patroli KP. Gajahan Timur VI-4003 dengan Danpal Bripka Suparwanto melakukan patroli lintas batas ke wilayah utara perairan Kalbar di dermaga pelabuhan Sintete, melakukan pemeriksaan terhadap sebuah kapal KM. Sabuk Nusantara 59 yang akan melakukan bongkar muatan, saat diperiksa ditemukan muatan kapal berupa ikan kaleng Mackerel merk Ice Cool produk dari cina dengan importir PT. Commando Bear Indonesia.

Komandan Kapal Kp. Gajahan Timur langsung berkoordinasi dengan Tim Subdit Gakkum Ditpolairud terait hasil temuan dan mengamankan 132 Kotak berisi ikan kaleng dimana 1 kotaknya berisikan 24 kaleng.

Kasubdit Gakkum AKBP Gusti Maychandra Lesmana, S.Ik juga mengatakan anggotanya berhasil mengungkap kasus produk makanan tanpa izin yaitu mackerel merk ice cool dan barang –barang asal Malaysia lainnya seperti sabun, sampo, Deterjen sampai dengan Milo tanpa izin dan importir yang jelas di dermaga Sintete, Sambas dengan tersangka (DF) pengelola toko MB, warga Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Sebagaimana diatur dalam UU perlindungan konsumen RI. No 8 tahun 1999 pasal 62 jo pasal 8 ayat 1 huruf f (DF) akan dijerat dengan pidana penjara paling lama lima tahun, atau denda Rp. 2 milyard, dan pasal 91 ayat (1) dipidana dengan penjara paling lama dua tahun atau denda Rp. 4 Milyar.

Penulis : Mahrani
Editor : Alfian N/Nanang Purnomo
Publish : Dhean

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password