Terjebak Macet, Pelarian Dua Jambret Berakhir Dihajar Massa

photo_2017-11-03_08-32-09-660x-1

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Anggota Polsek Manggala mengamankan dua pelaku jambret yang babak belur dihajar massa di Kecamatan Manggala Makassar, Kamis (2/11/2017).

Kedua pelaku berinisial IRD (17) warga Jalan Poros Malino Kab. Gowa dan FR (22) warga Jalan Bontoduri Makassar.

Menurut Santika (Korban) menjelaskan berawal ia menggunakan sepeda motor melintas di Kecamatan Manggala, tiba-tiba pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor langsung menarik tas miliknya.

Setelah merampas tas korban, pelaku langsung melarikan diri namun korban tidak tinggal diam, ia lalu mengejar pelaku menggunakakan sepeda motor sambil berteriak “jambret”.

Setelah itu pelaku membuang tas hitam milik korban di Jembatan Jl. Nipa-nipa lama, sehingga warga setempat melihat kejadian tersebut membantu korban untuk mengejar pelaku.

Tiba didepan Masjid Nurul Rahim Jl. Nipa-nipa Lama yang saat itu dalam keadaan macet membuat kedua pelaku panik dan berusaha meloloskan diri dengan meninggalkan motornya.

Namun warga disekitar tetap mengejar pelaku sampai keduanya tertangkap, setelah itu warga langsung menghajar kedua pelaku sampai babak belur.

Tidak sampai disitu sepeda motor yang digunakan pelaku dibakar oleh massa.

Mengetahui kejadian ini personil Polsek Manggala bersama piket langsung menuju TKP dan mengamankan pelaku kemudian dibawa di Polsek Manggala, selanjutnya dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.P

Pemicu maraknya aksi pencurian salah satunya dikarenakan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan.

Dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Dalam melakukan pencurian, seorang melakukan pencurian bukan karena tidak ada faktor atau alasan untuk melakukan kelakuan tercela. Seorang pencuri dalam melakukan aksinya pun memiliki alasan kenapa dia harus mencuri. Alasan-alasan itu di antaranya adalah:

1.Adanya niat

Jika niat sudah kuat, apa pun bisa dilakukan, kesempatan bisa diciptakan karena memang sudah ada niat kuat untuk melakukan pencurian tersebut. Karena niat memiliki peran peting dalah melakukan tindakan tidak terkecuali dalam pencurian, jika miat sudah bulat maka rintangan apapun akan tetap dihadapi jika sudah datang waktu yang telah direncanakan.

2.Adanya kesempatan

Hal ini sesungguhnya kurang mendasar dalam hal alasan orang melakukan pencurian, namun hal ini bisa menjadi alsan kenapa oaring melakukan pencurian. Seseorang terkadang tiada niatan pada awalnya untuk mencuri, namun seiring adanya peluang atau kesempata maka niatan untuk mencuri dapat timbul seketika tanpa ada niatan yang terencana sebelumnya.

3.Faktor ekonomi

Hal ini merupakn alasan yang cukup mendasar kenapa orang melakukan pencurian, para pencuri melakukan pencurian biasanya dengan dalih untuk mencari penghasilan untuk menyambung hidup mereka.

4.Kurangnya iman

Pada dasarnya ini adalah alasan yang paling mendasar dari pencurian. Seorang pencuri tidak mungkin memiliki aqidah dan keimanan yang kuat kepada Allah sebagai zat yang mengatur kehidupan di dunia ini. Orang yang aqidah dan keimanan yang kuat sudah pasti ia tidak akan melakukan pencurian walaupun ada kesempatan dan ekonomi yang tidak stabil, bahkan niatan untuk mencuri pun tidak ada dalam benaknya.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,

“Tidaklah orang yang berzina ketika melakukan perzinaan dia dalam kondisi beriman. Dan tidaklah pencuri ketika dia mencuri dia dalam kondisi beriman. Tidak juga peminum (khamar) ketika dia meminum dalam kondisi beriman.” (HR. Bukhari, no. 2334 dan Muslim, 57)

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password