Polantas Polres Minut akan Tindak Tegas Pengguna Lampu Isyarat Tidak Sesuai Aturan

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulut – Operasi Zebra-Samrat di Polda Sulut dan jajaran baru saja digelar. Operasi yang mengedepankan tindakan Kepolisian bagi pelanggar lalulintas di jalan raya akan digelar selama 2 minggu, hingga 14 Nopember 2017.

Berbagai sasaran pelanggaran menjadi perhatian aparat, salah satunya penggunaan lampu isyarat di jalan raya.

Terkait hal tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Minahasa Utara telah memberikan peringatan atau warning kepada para pemilik kendaraan bermotor yang menggunakan sirine dan lampu isyarat di setiap kendaraan pribadi.

Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK, MH melalui Kasat Lantas Polres Minut AKP Andrew Kilapong SE, ME mengatakan bahwa penggunaan alat tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan serta PP Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi.

“Dan dalam pasal 72 PP 43 menyatakan bahwa sirine hanya bisa digunakan oleh kendaraan Pemadam Kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk yang diperbantukan, Ambulance yang sedang mengangkut orang sakit, Kendaraan Jenazah yang sedang mengangkut jenazah, Kendaraan Petugas Penegak Hukum Tertentu yang sedang melaksanakan tugas, Kendaraan Petugas Pengawal Kepala Negara atau Pemerintahan Asing yang menjadi Tamu Negara,” urainya, saat ditemui usai apel kesiapan Ops Zebra, di Mapolres Minut, Kamis (2/11/2017).

Pihaknya akan mengambil tindakan tegas terkait aturan tersebut. “Setelah peringatan ini disampaikan, dan jika ada yang melanggar maka akan dikenakan Pasal 61 ayat 1 Undang-undang nomor 14 Tahun 1992. Dalam aturan itu menjelaskan bahwa akan dipidana kurungan paling lama satu bulan dan denda setinggi tingginya Rp 1 Juta,” tandas Kasat Lantas.

Penulis: Humas Polres Minut
Editor: Alfian
Publish: Supri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password