Resmob Polsek Bontoala Tangkap Pelaku Curanmor Didepan Rumah Adat Balla Lompoa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Bontoala berhasil meringkus seorang pria berinisial NA (28) yang diduga sebagai pelaku curanmor di Kabupaten Gowa, Rabu (1/11/17) malam.

Dipimpin Iptu H. Rahman Ronrong, pelaku diamankan berdasarkan laporan tertulis korbannya Muh Asriadi (23) warga Sungguminasa yang kehilangan sepeda motor di Jalan Yos Sudarso depan Kampus PIP Makassar.

Setelah dilakukan pengembangan terhadap pelaku ditemukan barang bukti satu unit sepeda motor merk suzuki satria warna hitam hasil kejahatan yang dilakukan pelaku.

Barang bukti yang disita polisi tersebut ditemukan di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa setelah pelaku mengambil sepeda motor milik korban dan menyembunyikannya dirumah keluarganya.

Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin mengatakan pelaku diamankan didepan rumah adat Balla Lompoa Gowa sedangkan barang bukti motor ditemukan di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.

“Kami masih melakukan pengembangan terhadap pelaku apakah masih mempunyai kasus pencurian motor ditempat lain. Kasus ini akan kami proses sampai tuntas,” ungkap Rafiuddin.

Aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita. Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas. Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman. Atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat kepolisian.

Untuk itu, salah satu cara lain untuk menekan maraknya aksi pencurian sepeda motor ini adalah dengan melakukan tindakan keras dan tegas kepada pencuri sepeda motor itu. Sehingga akan meningkatkan rasa aman di mata masyarakat, utamanya bagi pemilik kendaraan sepeda motor.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password