Cegah Kejahatan di Hari Umanis Galungan, Puluhan Personel Ops Sikat Agung-2017 Patroli di Pantai Sanur dan Matahari Terbit

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali,  Sehari setelah Hari Raya Galungan disebut Hari Umanis Galungan. Umat Hindu di Bali biasanya berkunjung ke tempat saudara atau kerabatnya dalam rangka mempererat tali silaturahmi. Namun ada juga yang mengahabiskan waktu bersama keluarganya dengan mengunjungi sejumlah obyek wisata.

Namun menjelang sore hari, sebagian besar warga Bali lebih memilih pantai sebagai tempat untuk melepaskan kepenatan dan keletihan karena terlalu sibuk menyiapkan keperluan untuk Hari Raya Galungan. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang memadati Pantai Sanur dan Pantai Matahari Terbit, Denpasar, Kamis (2/11/2017).

Mengetahui adanya ribuan orang yang memadati dua pantai tersebut, puluhan personel Ops Sikat Agung-2017 terdiri dari Satuan Brimob, Direktorat Sabhara, Intelkam dan Reskrimum Polda Bali melaksanakan patroli dialogis. Kegiatan ini dipimpin langsung Kasatgas II Tindak, AKBP I Nyoman Carmadana, S.H.

Ketika dikonfirmasi AKBP I Nyoman Carmadana, S.H. mengatakan, pihaknya sengaja turun di dua lokasi ini untuk mengantisipasi atau mencegah terjadinya tindak pidana Curas (pencurian dengan kekerasan), Curat (pencurian dengan pemberatan), Cusa (pencurian biasa) dan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor).

“Kehadiran kita yang paling utama adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang menikmati suasana pantai. Banyaknya warga tentu akan beresiko terjadinya kasus pencurian, misalnya jambret atau curanmor. Para penjahat biasanya akan memanfaatkan kelengahan para warga, ketika sedang asyik bermain di pantai,” ucap AKBP I Nyoman Carmadana, S.H.

Perwira yang kesehariannya bertugas sebagai Kasubdit Dalmas Direktorat Sabhara Polda Bali ini menjelaskan, seluruh personel diminta untuk lebih fokus memperhatikan situasi di tempat parkir dan dikerumunan warga. Selain masyarakat, tukang parkir juga diberikan pesan Kamtibmas untuk menghindari terjadinya empat kasus tersebut.

“Setidaknya dengan adanya polisi berseragam dinas dan dilengkapi senjata laras panjang, akan memberikan efek deterrent. Para penjahat akan mengurungkan niatnya untuk menjalankan aksinya. Intinya, warga harus selalu waspada dan selalu berpikir bahwa kejahatan bisa terjadi dan datang kapan saja,” ungkapnya.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Swanjaya

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password