Lima Pelaku Curanmor Sadis Diringkus Unit Jatanras Polres Maros

photo_2017-10-31_15-51-41

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Maros berhasil membekuk 5 Orang pelaku curanmor yang disertai kekerasan,Selasa (31/10/2017).

Menurut keterangan Kasat Reskrim AKP Jufri Natsir Keenam pelaku curanmor tersebut di tangkap di Perumahan Kodam I Kec.biringkanaya Kota Makassar.

“Keenam pelaku kami bekuk di Perumahan Kodam I Kota Makassar, komplotan curanmor tersebut sudah beraksi berulang kali di wilayah Maros sejak tiga bulan terakhir ini dan terakhir kali melakukan perampasan sepeda motor milik korban di seputaran batas Kota kab.maros dan wilayah Makassar pada hari jumat tanggal 20 oktober 2017,” ucapnya.

Lebih lanjut Kasat Reskrim menuturkan bahwa para pelaku tidak segan-segan melukai korban dalam setiap aksinya, “Selain 4 buah sepeda motor, kami juga mengamankan Busur panah dan sebilah golok yang biasa digunakan pelaku untuk melukai para korban,” pungkasnya.

Saat ini kelima tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres maros untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

Seperti yang dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat, dimana ulah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) semakin merajalela. Bukan hanya di tempat sepi, para pelaku curanmor pun juga tak berpikir panjang berulah di lokasi yang penuh keramaian.

Bahkan, aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita. Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas. Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman. Atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat kepolisian.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password