Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara Press Release Ungkap Kasus Penculikan Dan Penjualan Anak

Pada hari Senin tanggal 30 Oktober 2017 pukul 13.00 wib bertempat di Mapolsek Metro Penjaringan Jl. Pluit Selatan Raya No. 5A Kel. Penjaringan Kec. Penjaringan Jakarta Utara telah berlangsung Press Release Ungkap kasus Penculikan dan Penjualan Anak di Muara Baru Tembok Bolong Penjaringan Jakarta Utara, dalam kesempatan tersebut hadir Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Dwiyono, SiK. MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Nasriyadi, SiK. MH. Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Anwar Haidar SiK, MH. Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara Kompol. H.M. Sungkono, Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Rahmat Sujatmiko, SiK MH beserta anggota Reskrim Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Metro Jakarta Utara menyampaikan kronologis kejadian peristiwa penculikan terjadi pada Senin tanggal, 23 Oktober 2017, TKP. di Muara Baru Tembok Bolong, Penjaringan, Jakarta Utara, korban RS alias ALF 3 tahun, saat itu sedang bermain di depan rumahnya, sementara ibunya usai memandikan anaknya, sekitar pukul:08.00 WIB sedang menyelang air di dalam rumah, ayah korban bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dan beberapa hari baru pulang, tersangka Samsul Bahri,27 tahun, seorang pria pengangguran ditangkap usai menculik bocah berusia 3 tahun kemudian dijual di kawasan Kronjo, Banten, pelaku nekat menculik bocah, karena hanya ingin membeli handphone baru.

Pelaku menjual bocah tersebut kepada pasangan suami istri AK dan HL sebesar Rp 4 juta di rumahnya di kawasan Kronjo, Tangerang, Banten, pelaku berbohong mengaku kepada pasutri pembeli bayi bahwa korban anak telantar dan tidak punya orangtua, dari hasil pengembangan, tersangka Samsul kemudian ditangkap Tim Resmob Polsek Metro Pademangan dipimpin Kompol Rahmad Sujatmiko di tempat persembunyiannya di kawasan Cianjur, Jawa Barat, saat sedang tidur nginap di rumah temannya.

Dari pelaku polisi menyita uang hasil penjualan bocah sisa Rp 1,7 juta termasuk dibelikan handphone, selain itu juga diamankan pakaian yang dikenakan pelaku termasuk tas warna biru, pelaku membawa korban dari TKP menggunakan taksi langsung ke kawasan Kronjo Banten, pelaku timbul niat jahatnya saat melihat korban habis mandi, pelaku kemudian mengajak korban membeli jajajanan dengan memberitahukan Ibu korban, mengatakan Pok anaknya saya ajak beli jajanan ya, Ibu korban tidak curiga karena pelaku sering berada dilokasi dan kadang tidur digang rumah warga, atas kejadian tersebut ibu korban melapaorkannya ke Mapolsek Metro Penjaringan Jakarta Utara.

Ibu korban an. AM mengaku awalnya tidak mencurigai saat pelaku an. Samsul Bahri, 27 tahun mengajak anaknya jajan dan jalan-jalan, Saya saat itu sedang nyelang air, setelah diajak pelaku jalan-jalan kok anak saya gak pulang-pulang, pasutri mencari ke mana-mana sampai Kota, pelaku memang sering main ke rumah karena merupakan kerabat dari adiknya yang sudah meninggal dan sering tidur di rumah ibunya, Ibu korban berterima kasih sama Pak Polisi sudah bisa menemukan anaknya, semoga kejadian yang dialami tidak terjadi pada anak lainnya.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono menghimbau agar orang tua untuk berhati-hati agar anaknya selalu dalam pengawasan, jangan mau menerima ajakan dan jajanan dari orang tidak dikenal, atau baru dikenal, dalam kasus tersebut pelaku dijerat dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, kasusnya ditangani oleh Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara.

Seperti diberitakan, Samsul Bahri menculik RS setela sebelumnya izin ke ibu korban untuk mengajak anaknya jajan pada Senin (22/10). Sejak diajak jajan oleh pelaku, RS tak kunjung pulang membuat sang ibu manangis histeris lantaran anak-dicari tak kunjung ketemu.

Pelaku justru membawa korban ke daerah Kronjo Tangerang dan dijual kepada pasutri Ak dan HL Rp 4 juta. Kepada pasutri pelaku berbohong mengaku anak tersebut anak yatim piatu dan tidak ada yang ngurusi. Karena iba, dan kasian pasutri kemudian mengasuh anak tersebut dan memberikan imbalan kepada pelaku.

Pasutri tersebut percaya dengan pelaku lantaran masih tetangga dengan rumah orangtuanya pelaku. Setelah pihak Polsek Metro Penjaringan datang ke rumah pasutri tersebut baru diketahui bahwa bocah malang itu telah diculik. Dan dari keterangan saksi termasuk pasutri pelaku berhasil diringkus bersembunyi di rumah temannya di kawasan Cianjur.

Dari pelaku, polisi menyita uang sisa penjualan Rp 1,7 juta dan handphone hasil pembelian dari uang tersebut. Selain itu juga diamankan baju yang dikenakan pelaku saat mencuri bocah tersebut.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password