Tiga Pelaku Begal Dihadiahi Timah Panas Lantaran Melawan dan Berusaha Kabur

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Timsus Polda Sulsel bersama Resmob Polres Maros berhasil mengamankan tiga orang remaja yang diduga sebagai pelaku begal di Perumahan Mega Country Pammanjengan, Kec. Moncongloe, Kab. Maros, Senin (30/10/17) dini hari.

Ketiga pelaku yang diamankan petugas berinisial SN alias Callu (19) tercatat sebagai warga Paccerakkang, Kec. Biringkanaya, NMH alias ARI (19) warga BTN Kodam 3 dan AR alias Akbar (21) warga Katimbang Moncongloe Maros.

Penangkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/ 152/X/2017/SPKT/ Polres Maros/Polsek Mandai tanggal 27 Oktober 2017. Berdasarkan laporan tersebut dan info yang dikumpulkan bahwa pelaku yang sering melakukan curas di Kab. Maros berada di Perumahan Mega Country.

Tanpa perlawanan ketiga pelaku ditangkap, mereka mengakui bahwa sudah sering melakukan tindak pidana curas/begal di wilayah Polres Maros yang dilakukan bersama temannya yaitu Naba, Iqbal, Atrul, dan Miki.

Selanjutnya personil melakukan pencaharian pelaku dan berhasil mengamankan 2 orang diantaranya yaitu Naba (16) dan Miki (19) warga BTN Kodam Makassar.

Callu (19) salah satu pelaku mengakui pernah melakukan tindak pidana curas di Lingkungan Padang Ngalla, Kel. Hasanuddin, Kec. Mandai Maros dengan cara mengikuti korbannya lalu menghadang dengan menggunakan sebilah parang dan busur bersama Naba, Ari, Miki, Atrul (DPO) dan Iqbql (DPO).

Sedang pelaku lainnya, Ari, mengakui pernah melakukan pencurian sepeda motor sekitar bulan Oktober 2017 bersama dengan Callu dan Akbar di Jl. Poros Underpass Makassar Maros kemudian sepeda motor tersebut dijual dengan harga Rp. 2 juta dan hasilnya dibagi rata, sedang sepeda motor yang diambil di wilayah Kab. Maros dijual oleh Callu dengan harga Rp. 1,5 juta.

Dari lokasi petugas menyita beberapa barang bukti diantaranya 1 buah Hp merk Oppo, 1 unit spd motor Honda Beat warna putih dan 1 unit sepeda motor Yamaha Vino warnah biru putih.

Selanjutnya kelima orang tersebut dibawa dan diamankan di posko Timsus Polda Sulsel bersama Jatanras Polres Maros untuk interogasi lebih lanjut.

Setelah dilakukan interogasi selanjutnya sekira pukul 20.30 personil tim khusus bersama dengan Resmob Polres Maros kembali melaksanakan pengembangan untuk  pencarian tersangka lain.

Namun ketika dibawa, 3 orang melakukan perlawanan dengan mengelabui petugas sehingga dilakukan tembakan peringatan ke udara namun tersangka tidak menghiraukan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur dengan cara menembak  kaki tersangka pada bagian betisnya untuk melumpuhkan yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password