Diduga Depresi, Pria Paruh Baya di Bone Nekat Akhiri Hidupnya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Warga Kelurahan Kahu Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone digegerkan dengan kelakuan pria paruh baya berusia 49 tahun yang nekat mencoba mengakhiri hidupnya dengan mengiris leher menggunakan sebilah pisau sadap (pisau penyadap aren), Senin (30/10/17) pagi.

Korban yang bernama Aride alias Raja Bin Tajeng tersebut ditemukan pertama kali oleh Tanuddin (34) warga setempat dalam kondisi telanjang dengan luka iris pada leher dengan Lebar 7 cm kedalaman 2 Cm, Luka gores pada bagian perut dan tangan serta memar pada bagian wajah sebelah kanan.

Tajuddin dibantu warga melarikan Aride ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Beruntung nyawanya  masih dapat tertolong, selanjutnya di rujuk ke RSUD Kabupaten Sinjai.

Menurut keterangan istri korban bernama Nurhayati alias Bunga, korban keluar dari rumah sejak hari Sabtu (28/10) sekira pukul 15.30 Wita, namun hingga keesokan harinya Aride tak kunjung kembali ke rumah. hal tersebut juga telah disampaikan ke keluarga.

Nurhayati dibantu warga kampung melakukan pencarian pada hari Minggu (29/10) sekitar 16.30 Wita di hutan yang tak jauh dari kediaman korban. Warga bernama Tajuddin (47) sempat melihat korban di tengah hutan sendirian dengan memegang sebilah pisau sadap namun saat dipanggil korban justru lari masuk ke dalam hutan, pencarian dilanjutkan namun belum membuahkan hasil hingga pencarian dihentikan pada malam pukul 22.00 Wita.

Keesokan harinya, Minggu (30/9) pagi, Tanuddin menemukan korban Aride dalam kondisi telanjang sambil berjalan terpincang-pincang menggunakan tongkat kayu dengan luka cukup serius di bagian leher dan beberapa tubuh lainnya, Tanuddin dibantu warga kemudian melarikan korban ke Puskesmas Kahu selanjutnya di rujuk ke RSUD Sinjai.

Dihadapan Kapolsek Kahu Akp Sudirno,S.H, korban yang bekerja sebagai petani tersebut mengaku bahwa luka irisan pisau di lehernya akibat ulahnya sendiri sementara luka bagian tubuh lainnya akibat terkena potongan bambu pada saat berlari di tengah hutan.

“Sejak hari Jumat (27/10) suamiku sakit, suhu tubuhnya kadang panas dan gelisah, selalu mau keluar dari rumah,” tutur Nurhayati istri korban.

“Dari hasil keterangan sementara oleh para saksi, korban diduga mengalami depresi dan nekat mengakhiri hidupnya diluar kesadarannya,” ucap Kapolsek Bontocani.

Di era modern ini berita mengenai peristiwa bunuh diri bukanlah lagi sesuatu yang jarang terdengar. Dan setelah ditelaah alasan mengapa mereka melakukan hal menyedihkan ini ternyata adalah karena alasan-alasan yang sangat umum dan sering sekali ditemui. Berikut 9 alasan paling umum mengapa seseorang dapat melakukan tindakan bunuh diri.

1.Depresi

2.Kelainan mental

3.Penyakit

4.Rasa takut

5.Kegagalan

6.Penindasan

7.Patah hati

8.Kemiskinan

9.Kesepian

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password