Baru Sebulan Lepas dari Rutan, Ikbal Kembali Ditangkap dengan Kasus yang Sama

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polsek Ujung Pandang kembali menggelar Operasi Pekat. Dalam operasi itu petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), Jumat (27/10/17).

Operasi PEKAT Polsek Ujung Pandang yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Arham Gusdiar melakukan penyelidikan dan memperoleh informasi bahwa pelaku Curas sedang berada di Jalan A.P. Pettarani Makassar.

Kasubagg Humas Polrestabes Makassar Kompol Burhanuddin mengatakan pelaku yang di amankan lelaki IK (23) warga Jalan Tinumbu, lelaki inisial AN (20) waga Jalan Tinumbu Makassar dan salah satu pelaku yaitu lelaki IK merupakan residivis pada bulan September kemarin baru bebas dari rutan dengan kasus yang sama.

Lanjut, setelah bebas pada bulan Oktober sudah beberapa kali melakukan aksi Curas seperti di jalan Arif Rate Makassar berhasil merampas HP Samsung J5, 3 hari berselang di jalan yang sama berhasil menjambret seorang perempuan dan membawa kabur HP Iphone warna Gold, Jalan Sulawesi ada 2 TKP pertama merampas HP Oppo Neo 7 dan kedua merampas HP Samsung Android.

Kemudian di jalan Tentara pelajar pelaku berhasil menjambret HP Samsung dan di depan Hotel Grand Place berhasil menjambret HP Samsung Duos.

“Setiap melakukan aksinya motor yang digunakan pelaku Yamaha Mio GT Warna Silver Hitam No Pol DD 2859 XY (plat putih),” pungkas Kompol Burhanuddin.

Dari tangan pelaku di amankan barang bukti sebilah badik lengkap dengan sarungnya, satu buah HP merk Nokia.

Banyaknya kasus pencurian rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan dan melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password