Gerebek Lokasi Judi, Polisi Amankan Senjata Tajam dan Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personel gabungan Polres Luwu Utara yang dipimpin Kanit Ipda Rodo. P manik berhasil menangkap tujuh orang pelaku perjudian saat asyik menggelar judi kartu di Rumah Jamaluddin di Dusun Kalotok 2, Desa Kalotok, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (28/10/17) dini hari.

Ketujuh orang yang ditangkap masing-masing 5 pria dan dua wanita yakni Lisman Hamid, Andri, Ikram, Jamaluddin dan Abdi, sedangkan dua wanita lainnya adalah Gustiana dan Mariana.

Dari Lokasi Penggrebekan diamankan Barang Bukti berupa uang tunai sebanyak Rp. 1.039.000,- (satu juta tiga puluh sembilan ribu rupiah), 3 (tiga) pasang kartu Yoker, sebilah senjata tajam berupa badik, 2 (dua) Unit sepeda motor matic jenis Yamaha Mio dan Honda Beat dan 5 (lima) buah Handphone.

Dari tangan Abdi Polisi menemukan  dua paket narkotika jenis sabu yang disimpan didalam saku celananya yang dikemas dalam plastik bening.

Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh satgas Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) Lipu 2017 yang mana dilokasi tersebut terindikasi adanya praktek perjudian jenis remi (Song), setelah dipastikan adanya praktek perjudian dilokasi petugas langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan.

Ketujuh pelaku perjudian beserta barang bukti yang ditemukan di Tkp telah diamankan ke Mapolres Luwu Utara untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Kemenangan yang dihasilkan dari perjudian tidak akan bertahan lama. Justru akan berakibat pada pengrusakan karakter individu dan akan merusak kehidupannya. Banyak sudah fakta menceritakan bahwa pemenang judi tidak selalu memiiki hidup yang sejahtera, sebagian besar mengalami kemiskinan yang begitu parah dan mengalami alianasi (keterasingan) dari keluarga dan masyarakat.

Kehidupan yang semestinya dapat diperoleh dan dinikmati dengan keluarga dapat berubah menjadi keburukan. Benar adanya bilamana Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat [5] berfirman : bahwa judi adalah perilaku syaitan, bila tidak dijauhi maka akan menimbulkan permusuhan dan kebencian. Konflik ditimbulkan akan merusak keharmonisan keluarga, dan masyarakat akhirnya kehidupan yang bermakna sebagai hamba Tuhan tidak akan diperoleh.

Kreativitas memodifikasi judi dapat kita lihat diberbagai tempat. Jenis judi pun bermacam-macam dari yang bersifat sembunyi-sembunyi sampai yang bersifat terbuka. Judi yang sembunyi-sembunyi misalnya togel (toto gelap), adu sabung ayam jago, permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sedangkan judi yang terbuka, misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang yang dilakukan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat, tetapi juga melanggar norma hukum. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian, maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum.

Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat, dipergunjingkan, tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap hukum posistif seperti yang termaktuk dalam KUHP pasal 303 dengan selama-lamanya dua tahun delapan bulan (2 tahun 8 bulan) atau denda sebanyak-banyknya sebesar Rp.600.000.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password