Bongkar Sindikat Penipuan Modus Rental, Polres Sinjai Amankan 3 Tersangka dan 7 Unit Mobil

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kepolisian Resort Sinjai menggelar press release pengungkapan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus merental mobil.

Press release tersebut dipimpin langsung Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah didampingi KBO Sat Reskrim Polres Sinjai Iptu A. Siregar di Lobby Polres Sinjai, Kamis (26/10/17).

Ada tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial NR (36) dan AM (45) tercatat sebagai warga Kab. Sinjai yang berperan untuk meminjam (merental) mobil sedang SR (32) warga Kab. Bulukumba berperan sebagai penadahnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita petugas adalah :

– 1 unit mobil toyota Avanza, warna putih, No. Pol. DN 1164 AO

– 1 unit mobil daihatsu Xenia, warna merah, No. Pol. DD 1021 RM

– 1 unit mobil daihatsu Grandmax (Pickup), warna hitam, No. Pol. DW 8952 DA

– 1 unit mobil daihatsu Xenia, warna gray, No. Pol. DW 1048 DB

– 1unit mobil daihatsu Xenia, warna hitam, No. Pol. DW 520 DW

– 1 unit mobil daihatsu Xenia, warna putih, No. Pol. DD 571 JO

– 1 unit mobil toyota Avanza, warna silver, No. Pol. DD 1027 AA

Artikel, Bongkar Sindikat Penipuan Modus Rental, Polres Sinjai Amankan 3 Tersangka dan 7 Unit Mobil2

Menurut Kapolres Sinjai para pelaku merupakan sindikat penipuan dan penggelapan mobil dengan modus rental yang kemudian digadaikan. Tidak hanya beraksi di wilayah Kab. Sinjai para pelaku juga beraksidi beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Untuk saat ini masih ada 1 pelaku yang buron yakni seorang wanita beinisial SR yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) serta 1 pelaku lagi bernisial UT warga asal Kab. Sinjai yang sudah diamanakan Polsek Kajuara Polres Bone,” ucap Ardiansyah.

Pelaku NR, AM dan UT serta SR (DPO) diancam dengan pasal 372 Sub pasal 378 Jo pasal 55 Jo pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun sedangkan untuk SR disangkakan pasal 480 KUHP dengan pidana penjara 4 tahun.

Maraknya kasus pengelapan membuat setiap orang harus lebih berhati-hati, berikut beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggelapan adalah :

1.Mentalitas pegawai merupakan salah satu faktor yang menimbulkan terjadinya tindak pidana penggelapan.

Pegawai yang tidak kuat mentalnya maka akan mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan harkat dan martabat pegawai sebagai petugas. Sebaliknya pegawai yang bermental kuat tidak dapat dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau peluang melakukan penggelapan. Pegawai yang mendasarkan diri pada pengabdian menganggap bahwa jabatan adalah amanah sehingga tidak akan melakukan penggelapan walaupun ada kesempatan.

2.Faktor pemenuhan kebutuhan hidup yaitu adanya tekanan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup dan karena pengaruh gaya hidup yang konsumtif bisa mendorong seseorang untuk melakukan pengeluaran anggaran yang melebihi batas kemampuannya.

3.Adanya niat dan kesempatan.

Niat dan kesempatan merupakan faktor pendorong timbulnya tindak pidana penggelapan. Betapapun besarnya niat jika tidak ada kesempatan, penggelapan tidak dapat dilakukan, dan sebaliknya jika tidak ada niat melakukan penggelapan dikarenakan mentalitas yang baik namun ada kesempatan maka penggelapan tidak dapat dilakukan.

Sifat tamak dari manusia, dimana kemungkinan orang melakukan tindak pidana penggelapan bukan karena orang tersebut miskin atau penghasilannya tidak cukup. Kemungkinan orang yang kaya akan tetapi masih punya keinginan untuk memperkaya diri sendiri. Unsur penyebab tindak pidana pengelapan seperti itu datang dari dirinya sendiri.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password