Gelar Operasi Pekat, Polsek Makassar Jaring Tujuh Pasangan Mesum

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polsek Makassar menggelar Operasi penyakit masyarakat (Pekat) 2017 di Wisma dan rumah kost  karena ditengarai sering disalahgunakan oleh penyewanya. Selain itu, minimnya pengawasan oleh pemilik kos membuat penghuninya bebas dan disinyalir terdapat pasangan yang bukan suami istri, Kamis (26/10/17).

Operasi Pekat 2017 yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Haryanto melakukan pemeriksaan di beberapa tempat seperti Wisma Pratama jalan Sungai Limboto Makassar, Wisma Pondokku Jalan Sungai Limboto Makassar dan rumah Kost Bluder Jalan Ja’jala Makassar.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Burhanuddin mengatakan dari 4 lokasi total yang terjaring atau di amankan 7 pasang  yang bukan suami istri untuk Wisma Pratama di amankan lelaki inisial SA (23) warga Kabupaten Selayar bersama perempuan inisial AS (17) warga Sudiang Makassar.

Lanjut, Untuk di Wisma Pondokku terdapat 2 pasang lelaki insial ER (33) wara Jalan S. Saddang Makassar bersama Perempuan inisila NI (26) warga Jalan Veteran Selatan Makassar dan lelaki insial KA (27) warga Jalan Datu Daeng Tiro Makassar berpasangan dengan perempuan YU (27) warga Jalan Makmu Makassar, Ujar Kompol Burhanuddin.

Sedangkan di rumah kost Bluder   terdapat 3 pasang yaitu lelaki insial ST (41) warga Veteran Selatan dan perempuan inisial ME (28) warga Manado, lelaki insial AK (21) warga Abd. Daeng Sirua Makassar berpasangan dengan perempuan insial IN (20) warga Jalan Ance Dg Ngoyo Makassar dan lelaki inisial UB (24) warga Jalan Landak Baru Makassar bersama dengan perempuan FI (20) warga BTN Angkatan Laut Makassar.

Pemeriksaan di rumah Kost Jalan Veteran Utara terjaring lelaki insial AZ (24) warga Jalan Benteng Somba Opu Makassar dan Perempuan DE (21) warga Gowa.

Fenomena kumpul kebo atau bercampur baurnya antara lelaki dan perempuan terjadi di setiap tempat. Pergaulan bebas digandrungi setiap remaja. Prostitusi dan media porno dibuka di sembarang tempat, dan setiap orang leluasa menikmatinya tanpa batas.

Pergaulan bebas dan pacaran, bahkan seks bebas di kalangan kawula muda dianggap perkara biasa, karena sudah menjadi lifestyle (gaya hidup) di sebagian kalangan masyarakat. Perempuan bergandengan dan pergi dengan laki-laki yang bukan mahramnya, baik dalam acara resmi, santai, study atau bisnis. Maka tidak dapat dielakkan lagi bahwa musibah besar akan menimpa generasi muda negeri ini.

Oleh karena itu, seorang remaja Muslim yang ingin pandai bergaul namun tetap bersih dan tidak terkontaminasi oleh berbagai macam kebiasaan buruk dan dekadensi moral sehingga menjadi “sampah masyarakat”, harus memperhatikan dan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.

Kondisi saat ini sungguh sangat memprihatinkan, sebab anak-anak yang masih belia dan produktif, yang seharusnya masih bersungguh-sungguh menentukan arah hidupnya, ternyata terperosok dalam pergaulan bebas dan penggunaan obat terlarang. Kondisi ini diperparah dengan tayangan televisi yang menampilkan adegan ranjang secara vulgar atau penerbitan majalah murahan.

Islam sebagai agama yang sempurna, telah mengatur etika pergaulan dengan norma-norma yang sangat indah. Jika diamalkan, akan tercipta kehidupan yang terhormat dan bermartabat.

Allah Azza wa Jalla menjaga manusia dengan syariat Islam yang membatasi pergaulan antara laki-laki dan perempuan dengan ketat. Tidak boleh bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang wanita sering keluar rumah; kecuali untuk urusan mendesak dan sangat penting; walaupun untuk shalat.

Sebagaimana `Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika isteri-isteri kalian minta izin kepada kalian pada waktu malam ke masjid (untuk ibadah), maka izinkanlah bagi mereka.”

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password