Dua Kelompok Warga Antar Kecamatan Terlibat Bentrok, Dua Kapolsek Turun Tangan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dua kelompok warga dari Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala dan Kelurahan Bunga Eja Beru Kecamatan Tallo saling serang dengan menggunakan batu, Rabu (25/10/17). Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kandea 3 Kota Makassar tepatnya diperbatasan kedua kelurahan, sekira pukul 19.30 Wita.

Personil Polsek Bontoala dan Polsek Tallo langsung turun ke lokasi kejadian dipimpin Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin dan Kapolsek Tallo Kompol Amri guna meredam situasi ditempat kejadian yang penyebabnya diduga kesalapahaman.

Beruntung kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa dan untuk mengantisipasi terulangnya kembali perselisihan dan pertikaian, langsung dilakukan mediasi dari warga Kelurahan Bunga Eja Beru Kecamatan Tallo dan warga Kelurahan Baraya Kecamatan Bontoala.

Kedua kelompok warga sepakat untuk berdamai dan tidak akan mengulangi pertikaian yang telah terjadi yang dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh masing – masing pihak (warga kedua kelurahan) disaksikan oleh ketua RW dan tokoh masyarakat kedua kelurahan.

Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin berharap agar persoalan tersebut tidak berkelanjutan dan tidak meluas sehingga tidak mengganggu warga masyarakat yang lainnya dan menghimbau kepada warga agar tidak mudah terprovokasi.

Personil dari Polsek Bontoala dan Polsek Tallo masih disiagakan ditempat kejadian untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan sampai keadaan kondusif.

Mediasi merupakan salah satu bentuk dari alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Tujuan dilakukannya mediasi adalah menyelesaikan sengketa antara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan imparsial.

Mediasi dapat mengantarkan para pihak ketiga pada perwujudan kesepakatan damai yang permanen dan lestari, mengingat penyelesaian sengketa melalui mediasi menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan atau pihak yang dikalahkan (win-win solution).

Dalam mediasi para pihak yang bersengketa proaktif dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan. Mediator tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, tetapi ia hanya membantu para pihak dalam menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka.

Penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi sangat dirasakan manfaatnya, karena para pihak telah mencapai kesepakatan yang mengakhiri persengketaan mereka secara adil dan saling menguntungkan.

Bahkan dalam mediasi yang gagal pun, di mana para pihak belum mencapai kesepakatan, sebenarnya juga telah merasakan manfaatnya. Kesediaan para pihak bertemu di dalam proses mediasi, paling tidak telah mampu mengklarifikasikan akar persengketaan dan mempersempit perselisihan di antara mereka.

Hal ini menunjukkan adanya keinginan para pihak untuk menyelesaikan sengketa, namun mereka belum menemukan format tepat yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak.

Model utama penyelesaian sengketa adalah keinginan dan iktikad baik para pihak dalam mengakhiri persengketaan mereka. Keinginan dan iktikad baik ini, kadang-kadang memerlukan bantuan pihak ketiga dalam perwujudannya. Mediasi merupakan salah satu bentuk penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga. Mediasi dapat memberikan sejumlah keuntungan antara lain :

  1. Mediasi diharapkan dapat menyelesaikan sengketa secara cepat dan relatif murah dibandingkan dengan membawa perselisihan tersebut ke pengadilan atau ke lembaga arbitrase.
  2. Mediasi akan memfokuskan perhatian para pihak pada kepentingan merekan secara nyata dan pada kebutuhan emosi atau psikologis mereka, sehingga mediasi bukan hanya tertuju pada hak-hak hukumnya.
  3. Mediasi memberikan kesempatan para pihak untuk berpartisipasi secara langsung dan secara informal dalam menyelesaikan perselisihan mereka.
  4. Mediasi memberikan para pihak kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap proses dan hasilnya.
  5. Mediasi dapat mengubah hasil, yang dalam litigasi dan arbitrase sulit diprediksi, dengan suatu kepastian melalui konsensus.
  6. Mediasi memberikan hasil yang tahan uji dan akan mampu menciptakan saling pengertian yang lebih baik di antara para pihak yang bersengketa karena mereka sendiri yang memutuskannya.
  7. Mediasi mampu menghilangkan konflik atau permusuhan yang hampir selalu mengiringi setiap putusan yang bersifat memaksa yang dijatuhkan oleh hakim di pengadilan atau arbiter pada lembaga arbitrase.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password