Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Limbah Medis Ilegal

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur, Pengelolaan limbah medis illegal yang diambil dari beberapa rumah sakit di Jawa Timur dibongkar penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rofiq, Selasa (24/10/2017). Adalah PT Arah Environmental Indonesia  Cabang Surabaya di Jalan Raya Kalirungkut Blok J selaku transporter diduga sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera didampingi Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara menjelaskan, penanganan limbah ini, 4 orang diamankan. Mereka masih diperiksa sebagai saksi atas barang yang diangkutnya. Keempat saksi itu sopir dan kenek mobil, berinisial  TN, SF, SA dan SM.

“Kami terus menggali informasi untuk menguak bagaimana proses penghancuran limbah medis ini,” kata Kombes Frans Barung.

Fokus dalam penanganan limbah yang memunculkan bau tak sedap ini, penyidik akan memanggil PT Arah Environmental Indonesia di Kalirungkut. Pasalnya, adanya ketidakberesan dalam pengelolaan limbah yang diambil dari beberapa rumah sakit.

“Seharusnya limbah medis yang diambil langsung dimusnahkan. Tapi kenapa limbah itu berada di atas mobil. Apalagi ditaruh di tepi jalan,” lanjutnya.

Ketika penangkapan berlangsung, dua mobil terdiri dari truk boks L 9372 UC dan pikap boks L 9442 E sedang parkir di Jalan Mustika, Ngagel. Mobil tersebut diduga sudah dua hari di parkir di lokasi itu. “Anggota sudah sepekan lebih menyelidiki kasus ini dan diketahui kedua mobil itu berada disitu sehingga langsung kami amankan,” tambah Kasubdit Tipiter AKBP Rofik.

Dari hasil pemeriksaan sementara, PT Arah Environmental Indonesia berada di daerah Solo, Jateng, sementara yang di Surabaya adalah cabang. Apakah limbah medis itu dikirim ke Solo atau dikelola sendiri? AKBP Rofil belum bisa menjelaskan secara rinci. Karena masih dalam penyidikan. “Yang jelas di PT Arah Environmental Surabaya tidak ada incenerator. Yang ada inceneratornya di Solo,” jelasnya.

Apakah limbah medis itu dipilah mulai dari plastik infus, sarung tangan karet dan lainnya untuk dijual lagi. Karena harganya cukup mahal?. “Pemeriksaan belum sampai disitu. Semua yang menyangkut limbah akan kami ungkap semuanya,” tandasnya.

Penulis : Ice

Editor    : Alfian

Publish : Ice

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password