Ribuan Santri Pesantren Lirboyo Kediri Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2017

DSC03101-750x450

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim,  Hari tahun ini ini merupakan tahun ketiga keluarga besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober merupakan bukti pengakuan negera atas jasa-jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Peringatan tersebut hari ini dirayakan di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kota Kediri. Kegiatan upacara Hari Santri diselenggarakan oleh PCNU Kota Kediri yang dipusatkan di Ponpes Al Mahrusiyah Lirboyo di Ngampel Mojoroto Kota Kediri, asuhan KH Reza Ahmad Zahid, Lc.M.A. Ribuan santri mengikuti kegiatan ini penuh khidmat. Selain pengurus NU, pengasuh pesantren kegiatan ini juga diikuti oleh Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H

Sesuai dengan nama kegiatan Hari Santri, semua peserta uapacara melaksanakan upacara dengan menggunakan sarung dan berkopyah. Kegiatan upacara dimulai dengan laporan peserta upacara kepada komandan upacarabdan dilanjutkan inpesktur upacara memasuki lapangan upacara. Inspektur upacara sendiri dipimpin oleh KH Reza Ahmad Zahid, Lc.M.A, Ketua Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur.

Seperti pada upacara umum, peringatan Hari Santri Nasional juga diisii dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Yaa Lal Wathan karya KH Wahab Hasbullah. Kedua lagu ini dinyayikan penuh semangat oleh para santri dan hadirin yang hadir dalam pelaksanaan Hari Santri Nasional 2017.

Kemudian acara dilanjutkan dengan amanat inspektur upacara yang membacakan amanat Ketua Umum PBNU pada peringatan Hari Santri Nasional 2017. Salah satu kutipan amanat Ketua Umum PBNU  yang dibacakan oleh KH Reza Ahmad Zahid, Lc.M.A adalah pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadratusyekh KH Hasyim Asy”ari, Rois Akbar NU, pada 22 Oktober 1945.

“Dihadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa dan Madura bertempat di kantor Hoofdbestuur Nahdlatul Oelama di Jl Bubutan VI/2 Surabaya digaungkan dengan pidato Hadlaratu Syeikh yang menggetarkan.Yakni berperang menolak dan melawan penjajah itu fardlu ‘ain bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 kilometer dari tempat-tempat dan kedudukan musuh,” kata Gus Reza mengutip pidato Mbah Hasyim Asy’aridalam amanat Ketua Umum PBNU.

Ditambahkan Gus Reza, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunnya asa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasioanal (ma’adhadah wathoniyah). Usai pembacaan amanat  kegiatan upacara dilanjutkan pembacaan teks Pancasila oleh Ketua PC GP Ansor Kota Kediri, janji santri oleh Ketua PCNU Kota Kediri dan terakhir sambutan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi yang sedikit mengupas tentang sejarah dibalik Hari Santri. Usai pelaksanaan upacara , puncak Hari Santri diisi dengan kegiatan aksi bela diri oleh para santri yang tergabung dalam Pagar Nusa dan Gerakan Aksi Silat Muslimin Indosia

Penulis      : Didik

Editor         : ALFIAN NURNAS

Publish      : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password