Tangkal Radikalisme, Polda DIY bersama Kesbang Pol DIY Hadir Menyapa Para Pendengar Radio Starjogja FM

tribratanews.polri.go.id -Jogja, menanggulangi paham radikal selalu dilaksanakan oleh Polda DIY. Kali ini Kasubdit Bintibluh Polda DIY ibu AKBP Sinungwati bersama Kesbang Pol DIY Bapak Anyoko Priyatno menyapa para pendengar Radio Starjogja FM, Jumat (20/10/2017).

Diawal sapaannya, Ibu Sinungwati membuka perbincangan dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan radikalisme. Menurutnya radikalisme adalah gerakan perubahan cepat yang menggunakan kekerasan. Berawal dari intoleransi jika tidak teratasi akan membentuk radikalisme yang selanjutnya akan menimbulkan terorisme.

“Jadi, intoleransi merupakan bibit munculnya radikalisme,” jelasnya.

Dalam hal ini lanjut AKBP Sinungwati menjelaskan upaya yang dilakukan polri dalam menangani kasus radikalisme adalah dengan usaha preventif, seperti sekolah Paud dan TK ada polisi sahabat anak, SD ada polisi cilik, untuk mengajarkan taat terhadap hukum, SMU ada Pramuka Saka Bhayangkara, Mahasiswa ada Satmabhara.

Kembali Polwan yang pernah menjabat Kapolsek Banguntapan ini menjelaskan anak muda menjadi yang paling rentan terhadapa paham radikal. Karena pada masa remaja masih dalam kondisi labil dalam pencarian jati diri, mencari pengakuan atas keberadaan dalam komunitas, dan mereka bisa menjadica calon pemimpin ataupun perusak bangsa di masa depan. Mereka adalah pengguna media sosial lebih banyak daripada yang lainnya. Maka, pengaruh media sosial terhadap anak muda sangat besar.

Senada dengan Bapak Anyoko mengungkapkan bahwa memang sekarang Jogja disebut sebagai city of tolerance. Pemda DIY melaksanakan kegiatan yang mirip dengan program dari polda diy. Mengarah pada upaya melakukan pendidikan wawasan kebangsaan. Program ini sampai pada tingkat kecamatan, pedukuhan, universitas, dan sekolah. Juga ini menjadi salah satu tugas gubernur maupun anggota Dewan. Ada kegiatan menarik disebut ‘jagawarga’. komunitas ini, menangani dan mendukung keamanan dan ketertiban, serta kesejahteraan masyarakata untuk tingkat pedukuhan ke depannya.

“Sudah ada 300 ‘jagawarga’ di akhir tahun 2020 nanti. Program ini, akan bersinergi dengan usaha deteksi dini radikalisme,” ujarnya.

Di akhir perbincangan semua sepakat bahwa point penting adalah bagaimana mencegah paham radikal ini dari awal. supaya tidak radikalisasi, terorisme, maupun deradikalisme.

“Mari bersama-sama imun terhadap radikalisme,” pungkas para narasumber hadir menyapa penggemar radio Starjogja FM.

penulis : TimPro
editor : Alfian
publish : jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password