Diiming-imingi Menang Tender Proyek : Uang 100 Juta Malah Amblas

8f042b09-926c-493a-9a36-00979fb1b6fe-e1508406871995

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Trenggalek, Seorang perempuan warga desa Campurrejo Bojonegoro berinisial ESH terpaksa berurusan dengan pihak berwajib setelah dilaporkan oleh seorang pengusaha asal Kecamatan Tugu Trenggalek. ESH dilaporkan dalam kasus penipuan dan atau penggelapan dimana ESH menjanjikan kepada korban bisa memenangkan tender lelang proyek APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2017.

Tak tanggung-tanggung, ESH meminta uang sebesar 100 juta rupiah kepada korban untuk meloloskan lelang tender tersebut.

Dalam press release Polres Trenggalek yang digelar hari ini, Kasubbaghumas Polres Trenggalek, Iptu Supadi, SH menerangkan, sekitar bulan Maret 2017 korban ditelepon oleh seseorang berinisial SM yang menanyakan surat rekanan dan meminta agar mengikuti tender proyek di Kabupaten Bojonegoro dan nanti akan ada orang yang membantu memenangkan lelang tersebut.

Seminggu kemudian korban bersama SM dan seorang rekannya mengadakan pertemuan di salah satu rumah makan di wilayah Nganjuk untuk membahas masalah lelang tender tersebut.  Saat itu hadir juga orang yang katanya akan membantu memenangkan lelang tersebut yaitu SG dan ESH.

“Hasil pertemuan itu, untuk memenangkan tender korban harus membayar fee 2,5 %. Nah Kemudian tanggal 22 Maret 2017, korban menyerahkan uang 100 juta rupiah sebagai uang muka fee. Sedangkan kekurangan akan diberikan jika sudah menang“ ujar Iptu Supadi.

Meskipun sudah menyerahkan sejumlah uang, kenyataannya korban tidak pernah menang dalam proses lelang tender. Bahkan korban masih diminta menyerahkan uang sejumlah 40 juta rupiah sebagai uang tambahan. Merasa dirugikan, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tugu. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan petugas adalah kwitansi penerimaan uang senilai 100 juta rupiah yang ditandatangani oleh ESH.

“Patut diduga melanggar pasal 378 dan/atau 372 KUHPidana tentang penipuan dan/atau penggelapan dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun” pungkas Iptu Supadi.

Penulis : Ady / Polres Trenggalek Jatim
Editor : Alfian Nur
Publish : Handoko / Polres Trenggalek Jatim

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password