Kebakaran di Surabaya : Salah Seorang Penghuni Rumah Tewas Terpanggang

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur,  Setiap orang tidak tahu kapan datangnya musibah, seperti yang terjadi di Kota Surbaya rumah terbakar. Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Chandra Oratmangun mengatakan,  kebakaran di Jalan Petemon Kuburan 40 B Surabaya berlangsung begitu cepat. Namun, sejumlah warga bergotong royong memadamkan api.

“Sebelum kami (PMK) datang, warga sudah berbondong-bondong memadamkan api,” terang Chandra. Ia mengimbuhkan belum diketahui penyebab dari kebakaran itu. (19/10/2017). Namun, dugaan kuat dikatakannya api berasal yang menjalar berasal dari arang yang digunakannya untuk memasak lalu menyambar ke kompor gas miliknya dan semakin membesar.

“Kerangka rumah kebanyakan dari kayu yang sudah lapuk, lalu asbesnya juga sudah lama,” sambungnya. Kini kasus tersebut tengah ditangani Polsek Sawahan Surabaya dan Tim Inafis Polrestabes Surabay tengah menyisir tempat kejadian kebakaran (tkk) untuk menyelidiki penyebab kebakaran itu. “Untuk kerugian materiil belum tahu,” ujarnya.

Sementara, rumah yang berada di sebuah gang sempit, tepatnya di Jalan Petemon Kuburan 40 B Surabaya dilahap si jago merah.Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya dibantu sejumlah warga, Kamis (19/10/2017). Saat kebakaran terjadi, warga memadamkan api dengan alat seadanya.

Wahyudi, seorang warga disana mengatakan, saat itu memadamkan api menggunakan ember dan pasir yang berada di dekat tempat itu.”Tadi kami pakai pasir sama gombal (kain tak terpakai) yang direndam air,” katanya.

Nahasnya, kebakaran tersebut merenggut seorang korban nyawa yang merupakan penghuni dari rumah itu.Diketahui korban yang meninggal dunia bernama Matali (87).

Pria kelahiran Bangkalan, Madura itu harus meregang nyawa usai bergelut dengan si jago merah di rumahnya sendiri.

Saat kebakaran, menurut sejumlah tetangganya, korban hanya seorang diri dan tengah memasak. Sementara anggota Polsek Sawahan, Satpol PP, Linmas, Hingga Pemadam Kebakaran telah berada di lokasi itu.

Saksi Wahyuni menuturkan, korban kesehariannya selalu sendiri dalam melakukan bebagai aktifitasnya. “Kasihan Pak Mat (sebutan Matali), dia sudah lama tinggal sendiri, udah sepuh (tua) juga,” lanjutnya.

Dia menambahkan, saat kebakaran Matali tengah memasak menggunakan kayu dan arang di dapur.”Anak dan cucunya nggak tinggal disini, tapi kalau cucunya sering kesini mengantarkan makanan,” tandasnya.

Penulis : Herry

Editor    : Alfian

Publish : Herry

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password