Gelar Lomba Dai, Yang Bisa Jawab Dapat Sepeda

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jawa Timur,  Seorang bocah peserta dai diberi kesempatan menyampaikan ceramah, setelah itu Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Solawat Sidoarjo, KH Agus Ali Masyhuri, menyampaikan tausiah. Usai itu, giliran Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menyampaikan sambutan sekaligus membuka lomba.

Nah, saat memberi sambutan itulah Kapolda menyiapkan tiga sepeda gunung untuk diberikan kepada peserta yang bisa menjawab tebakan yang dilempar. Saat tebak-tebakan itulah kelucuan menyeruap di arena pembukaan lomba, karena banyak jawaban yang salah dari peserta yang ditunjuk.

Tebakan pertama yang dilempar Kapolda ialah nama Ketua MUI Jatim. Peserta perempuan cilik maju ke depan dan menyebut nama Amin Makruf (mungkin yang dimaksud Ketua Umum MUI, Makruf Amin). Si daiyah cilik menebak lagi. “Aqil Sirodj,” katanya. Salah. Hadirin tertawa.

Peserta bocah laki-laki kemudian maju ke depan. Dia menyebut nama KH Agus Ali Masyhuri. Salah juga. Dia baru berhasil menebak dengan benar saat diberi kesempatan kedua kali. “Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Buchori,” kata si bocah.

Pertanyaan kedua dan ketiga tidak begitu seru dan lucu.  Kapolda melempar tebakan siapa nama Ketua Nahdlatul Ulama Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Solawat, Tulangan, Sidoarjo. Dua bocah laki-laki yang ditunjuk menjawab benar. Ketiga bocah beruntung itupun menerima sepeda gunung dari Kapolda.

Hal seperti yang pernah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo, yang sudah biasa  melempar tebakan atau pertanyaan  dengan hadiah sepeda, ternryata hak ini ditiru banyak pejabat di daerah. Misalnya,  pada pembukaan Lomba Dai-Daiyah 3000 Pondok Pesantren se Jawa Timur yang digear PoldaJawa Timur di Masjid Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/10/ 2017). Kegiatan ini memecahkan rekor MURI.

Di atas panggung, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Polda Jatim, Irjen Machfud Arifin; Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf; Ketua Nahdlatul Ulama dan Ketua Muhammadiyah Jatim; Ketua Majelis Ulama Indonesia Jatim, Abdussomad Buchori; dan perwakilan dan Pangkotama.

Kapolda Machfud menjelaskan, kegiatan lomba dai-daiyah tersebut adalah salah satu bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menekan angka kriminalitas. “Kapolri sendiri menekankan pencegahan harus lebih diutamakan,” katanya.

Penceramah, lanjut Kapolda, memiliki peran penting dalam upaya pencegahan tersebut. “Dengan berceramah dia akan berprilaku baik. Dengan berceramah dia bisa menebarkan kebaikan dan mencegah orang lain berbuat jahat,” tandasnya.

Penulis : Herry

Editor    : Alfian

Publish : Herry

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password