Upaya Polsek Boyan Tanjung Memerangi PETI Dengan Memberikan Himbauan

Tribratanews.polri.go.id Polda Kalbar, Polres Kapuas Hulu – Tidak henti – hentinya Polsek Boyan Tanjung mengencarkan larangan kepada warga dalam upaya preemtif memberikan himbauan serta mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menghentikan aktifitas pertambangan tanpa ijin (PETI) khususnya penambang emas illegal di aliran Sungai Batang Bunut Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu.

Sudah sering kali Kepolisian Sektor Boyan Tanjung dalam berbagai upaya memberikan himbauan larangan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahkan tim gabungan dari instansi Pemda Kapuas Hulu, TNI, Dinas Pertambangan dan Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan tindakan berupa razia dan mengamankan alat mesin penambang emas namun sempat berhenti bekerja untuk sementara waktu akan tetapi masyarakat akhirnya mengulangi pekerjaannya lagi dengan alasan untuk mencari makan serta untuk membiayai anak sekolah sehingga masyarakat melangsungkan hidupnya dengan bekerja mencari emas.

Upaya larangan yang sering dilakukan oleh Polsek Boyan Tanjung dengan maksud dan tujuan agar masyarakat dapat memahami dan mengerti dampak penambangan emas yang dikerjakan secara illegal oleh oknum masyarakat yang bisa mengakibatkan rusaknya ekosistem pada sungai, menyebabkan tanah longsor serta percemaran pada air sungai.

Berdasarkan laporan ataupun informasi yang didapat oleh masyarakat tentang adanya aktifitas penambang emas tanpa ijin dijalur sungai batang bunut membuat polsek Boyan Tanjung dengan segera terjun langsung kelapangan untuk memberikan himbauan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Tempat digedung Serba Guna Desa Teluk Geruguk Kec. Boyan Tanjung dilaksanakan kegiatan Tatap Muka dan sosialisasi tentang Larangan melakukan aktifitas pertambangan tanpa ijin (PETI) khususnya penambang emas illegal serta dihadiri oleh masyarakat setempat sekitar 20 orang. Senin siang (15/10/2017)

1F59E5EA-BE2A-41A4-99D5-FCDEEC448CFF

Kegiatan Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Boyan Tanjung Iptu Junarso serta didampingi Kanit Binmas yakni Bripka Septianus Hendri bersama Bhabinkamtibmas Briptu Gregorius. H.

Dalam arahannya Iptu Junarso menyampaikan kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi tersebut untuk menghentikan aktifitas penambangan emas secara illegal dan beralih kepekerjaan lain secara legal untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tegasnya

Selain itu Iptu Junarso juga menambahkan dalam undang – undang RI Nomor 04 Tahun 2009 yang mengatur tentang Pertambangan, Mineral dan Batu Bara menjelaskan tentang larangan keras untuk melakukan aktifitas pertambangan tanpa ijin (PETI) khususnya pengambangan emas secara illegal akan ditindak tegas dan mendapat sangsi hukuman.

“Dengan dilaksanakannya sosialisasi saya selaku Kapolsek Boyan Tanjung menghimbau kepada warga Desa Teluk Geruguk untuk menghentikan aktifitas penambangan emas illegal karena selain dapat merusak ekosistem sungai dan menyebabkan tanah longsor, larangan untuk melakukan pertambangan tanpa ijin (PETI) khususnya penambang emas illegal dilarang berdasarkan undang – undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang pertambangan, mineral dan batubara dan diancam hukuman penjara 10 tahun dan denda 10 Milyar Rupiah , dimohon kepada bapak ibu agar beralih keperjaan lain secara legal sebagai mata pencaharian untuk melangsungkan kehidupan sehari – hari” harap Junarso

Tak hanya larangan saja, Polsek Boyan Tanjung juga berupaya melakukan koordinasi dengan instansi pemerintahan untuk mencari solusi agar masyarakat mendapat lapangan pekerjaan yang layak disamping harga karet yang sangat murah namun saat ini belum ada solusinya.

Penulis : Heri Gunawan
Editor : Alfian Nurnas/ Nanang p
Publish : Chia Daresma

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password