Polda Bali Limpahkan Kasus Reklamasi Ilegal Tanjung Benoa ke Kejati Bali

WhatsApp Image 2017-10-13 at 11.36.31

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Bali akhirnya melimpahkan kasus pengurugan pantai dan penebangan pohon mangrove di Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Enam tersangka yaitu I Made Wijaya alias Yonda (Bendesa Adat Tanjung Benoa dan anggota DPRD Badung), I Made Marna, I Made Dwi Widnyana, I Made Suartha, I Made Mentara dan I Ketut Sukada, dibawa ke Kejati Bali dengan pengawalan ketat tim Sabata Polda Bali.

“Hari ini kami melimpahkan tahap dua kasus dilakukan Bendesa Adat Tanjung Benoa yaitu tanpa izin di kawasan konservasi Tahura melakukan pengurugan atau peluasan. Ini adalah reklamasi ilegal karena tanpa izin,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan, S.H., S.I.K. didampingi Kasubbid Penmas Bid. Humas Polda Bali AKBP Ni Made Ayu Kusumadewi, S.H. di Polda Bali, Jumat (13/10/2017).

Mantan Kapolres Badung ini menjelaskan, pihaknya melaksanakan penyelidikan dan penyidikan kasus ini hampir empat bulan, termasuk meningkatkan status mereka menjadi tersangka. Penahanan dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. “Perlu diketahui juga Bendesa Adat Tanjung Benoa sekarang juga masih ada kasus yaitu kasus pungli yang sementara dilakukan penyelidikan di Ditreskrimum Polda Bali,” ucapnya.

Sedangkan lima tersangka lain, mereka ikut serta dalam reklamasi ilegal tersebut karena menyiapkan dana. Rencananya setelah jadi, akan melakukan kegiatan untuk komersil. “Itu tidak boleh. Semua kegiatan di kawasan konservasi Tahura harus ada izin dari kehutanan. Apalagi melakukan perluasan daratan. Kalau tidak ada izin, kita harus tindak,” tegasnya.

Penulis : Bina Wartawan

Editor   : Alfin

Publish : Ngakan Candra

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password