S Ops Polri Pelajari Penanganan Bencana di Jogja

_999 997 604

Tribratanews.polri.go.id – Jogja, Tim dari Staf Operasi Mabes Polri (S Ops) melakukan Studi Banding tentang Kebencanaan di Yogyakarta. Tim yang terdiri dari Kabag Binlatops Robinops Kombes pol Drs. Edison Sitorus, M.H., dan Kombes Pol. Drs. Hariono ini secara khusus datang ke Polda D.I.Yogyakarta untuk mengetahui sejauh mana penanganan Bencana Alam Erupsi Merapi pada tahun 2010.

 

Studi Banding tentang kebencanaan ini langsung diterima oleh Kapolda DIY Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri, M.Si. dan dihadirkan para pemangku Tentang kebencanaan antara lain Kepala Satpol PP Pemda DIY GBPH Yudhaningrat, Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya Dan Laras DIY Drs. Rusdiyanto MM, Kepala BPBD Sleman Heru Saptono, Perwakilan dinas sosial Sigit Alifianto, Kepala Seksi gunung merapi BPPTG Agus Budi, Perwakilan BPBD DIY Endro Sambodo.

 

Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya Dan Laras DIY Drs. Rusdiyanto MM menceritakan pada waktu th 2010 saat erupsi Merapi bagaimana mengkondisikan penduduk agar kendaraannya menghadap ke selatan, atau membelakangi puncak Merapi.

 

“Itu dimaksudkan agar jika suatu saat terjadi erupsi maka dengan reaksi cepat langsung meluncur arah ke selatan. Saat itu pula juga bagaimana cara mengungsikan dan mengkondisikan pasien RSJ Ghrasia Pakem,” katanya dalam paparannya kepada tim Sops Polri di ruang Video Conference Polda DIY, Kamis (12/10/2017).

 

Sementara itu, Kepala BPBD Sleman Heru saptono menjelaskan Ketika saat mengevakuasi warga, pada waktu itu hewan ternak masih berada di pekarangan, maka penduduk kembali ke atas (rumah) lagi.

 

“Kultur masyarakat merapi tidak bisa dipisahkan dengan “rojo koyo” nya. Sapi itu dianggap mereka sebagai hartanya. Mengungsikan penduduk juga harus mengungsikan hewan ternaknya. Selain itu kita juga Bisa memanfaatkan fasilitas stadion, gedung Koni dll untuk digunakan sebagai barak pengungsian,” katanya.

 

Sedangkan Kepala Seksi gunung Merapi BPPTKG DIY Agus Budi menjelaskan bahwa untuk menetapkan status Gunung Berapi dari Waspada, siaga ataupun awas memang domain BPPTKG.

 

“Catatan tahun 2010, yaitu bahwa kita sudah ada rencana kontijensi. Diskenariokan tentang dampak letusan gunung merapi. Kita juga mempelajari sejarah gunungnya,” terangnya.

 

Tim dari S Ops Polri secara khusus datang ke Polda DIY untuk mengetahui sejauh mana pola pengamanan, distribusi makanan maupun jalur evakuasi pengungsian pada waktu erupsi Gunung Merapi th 2010. Ini dimaksudkan jika ada bencana menyangkut Erupsi Gunung Berapi wilayah lain dapat mencontoh Polda DIY dalam hal tersebut yang telah berjalan dengan baik dan terkontrol pada waktu lalu.

Penulis : Dheny
Editor   : Alfian Nuranas
Publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password